Menular Hanya Lewat Kulit, Mpox Jadi Penyakit yang Cepat Tersebar di Dunia: Ini Upaya Pencegahannya di Indonesia

photo author
Redaksi TITIKTEMU, TitikTemu.co
- Selasa, 10 September 2024 | 07:38 WIB
Ilustrasi jarum suntik (Unsplash.com/MarkusSpiske)
Ilustrasi jarum suntik (Unsplash.com/MarkusSpiske)

Baca Juga: Timnas Indonesia Tahan Imbang Arab Saudi, Ternyata Ini Poin Penting Keberhasilannya

Varian Mpox

Monkeypox adalah penyakit yang disebabkan oleh virus yang berasal dari keluarga Poxviridae, genus Orthopoxvirus.

Virus ini awalnya ditemukan pada monyet, namun dapat menular ke manusia.

Penularan dapat terjadi melalui kontak langsung dengan cairan tubuh hewan yang terinfeksi, atau melalui droplet pernapasan dari orang yang terinfeksi.

Baca Juga: Mengintip Politik Dinasti dalam Pemilihan Kepala Daerah di Indonesia

Kepala Organisasi Riset Kesehatan (ORK) BRIN Putu Indi Dharmayanti menjelaskan bahwa Mpox dipengaruhi oleh beberapa Clade, yaitu Clade Ia, Clade Ib, dan Clade IIb.

Clade Ia berkaitan dengan kasus Mpox yang terjadi pada anak-anak juga dewasa, dengan manifestasi klinis yang lebih berat.

Sementara itu, Clade Ib dan IIb, merupakan penularan Mpox antar manusia yang terjadi melalui kontak seksual.

Baca Juga: Kasus Rudapaksa Siswi SMP di Palembang, Tunjukan Bahaya Pornografi dalam Dunia Anak, Orang Tua Wajib Ketahui Hal Penting Ini

"Virus Mpox Clade Ib terindikasi memiliki derajat keparahan yang lebih tinggi, penularan lebih cepat, termasuk menular ke populasi anak-anak," kata Indi dalam webinar BRIN bertajuk 'Apa Kabar Mpox?' pada Rabu, 4 September 2024.

Menyerang Kulit

Anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia, Prasetyadi Mawardi menjelaskan bahwa media penularan Mpox adalah melalui kulit.

Prasetyadi menuturkan bahwa infeksi Mpox terjadi pada kulit, oleh karena itu penting untuk tidak melakukan manipulasi pada lesi yang ada di kulit.

Baca Juga: Berhadiah Ratusan Juta, BRI Gelar Kompetisi “Creator Fest 2024”. Pendaftaran Hingga Akhir Nopember

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Sumber: kemenkes, WHO, BRIN

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X