TITIKTEMU.CO - Jamu tradisional Indonesia masih banyak peminatnya. Ramuan rempah-rempah ini sangat mujarab sebagai obat herbal yang sebenarnya merupakan warisan budaya.
Dibuat dari bahan alami seperti akar-akaran, daun-daunan, kulit kayu, dan rempah-rempah, jamu tradisional Indonesia bahkan sekarang ini sudah mendunia.
Salah satunya adalah dengan ditetapkannya jamu tradisional Indonesia sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) oleh UNESCO. Tidak heran kalua jamu tradisional ada di berbagai belahan dunia.
Baca Juga: Cocok untuk Diet, Ini 7 Makanan Tinggi Karbohidrat yang Sehat Selain Nasi
Menurut data Riset Tumbuhan Obat dan Jamu (RISTOJA) kemenkes RI, terdapat 32.013 ramuan obat atau jamu tradisional, dan 2.848 spesies tumbuhan sebagai bahan baku obat tradisional.
Budaya minum jamu pun sudah menjadi tradisi bagi masyarakat Indonesia hingga kini. Bisa sebagai pengobatan atau untuk menjaga kebugaran tubuh.
Berikut 10 jamu tradisional berikut manfaatnya dilansir dari jurnal Chemical Constitute and Bioactivities of Several Indonesian Plants Typically Used in Jamu.
Baca Juga: Jangan Anggap Remeh, Ini Mafaat Petai untuk Kesehatan, Salah Satunya Bikin Tenang
Jamu kunyit asam
Jamu kunyit asam punya khasiat meningkatkan daya tahan tubuh, mengurangi nyeri haid, memperbaiki pencernaan, dan sebagai antioksidan. Bahan-bahan berupa kunyit, asam jawa, gula jawa, dan air.
Jamu beras kencur
Jamu tradisional ini punya khasiat meningkatkan stamina, meredakan batuk, memperbaiki pencernaan, dan sebagai antiinflamasi. Bahan utamanya adalah beras, kencur, jahe, gula jawa, dan air.
Temulawak
Temulawak dibuat dengan bahan utama temulawak, jahe, gula Jawa, dan air. Khasiat jamu ini ini untuk menyehatkan hati, meningkatkan nafsu makan, memperbaiki pencernaan, dan sebagai antiinflamasi.
Artikel Terkait
Khasiat Bunga Telang, Sangat Super Atasi Diabetes dan Kanker
Bukan Cuma Bikin Bakso Tambah Nikmat, Ini Manfaat Seledri untuk Kesehatan
Manfaat Minum Kopi Tanpa Gula Setiap Hari, Kuncinya Jangan Berlebihan!
Pingin Tubuh Fit? Coba Resep Infused Water ala dr Zaidul Akbar