Selanjutnya Presiden menyerukan agar dunia serius melawan intoleransi, terorisme dan perang.
“Perdamaian dalam keberagaman, jaminan hak perempuan dan kelompok minoritas harus ditegakkan,” tegas Jokowi.
Presiden Jokowi menyebut kasus kekerasan perempuan di Afganistan, kemerdekaan Palestina, dan krisis politik di Myanmar harus menjadi agenda semua negara.
“Mereka puya harapan besar. Kita harus menjawab dengan langkah nyata. Itulah kewajiban di pundak kita, kewajiban memberikan harapan masa depan dunia,” tandasnya.***
Artikel Terkait
Gara-Gara Varian Delta, Anggaran Bidang Kesehatan di APBN Melewati 200 Triliun Rupiah
Presiden Joko Widodo: Perundingan Indonesia-UEA untuk Buka Investasi
Kemitraan Dagang Indonesia-UAE Akan Meningkatkan Ekonomi Kedua Negara
Indonesia dan Tiongkok Selesaikan Transaksi Bilateral dengan Uang Lokal