TITIKTEMU.CO
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menyampaikan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Emirat Arab (Indonesia–United Arab Emirates Comprehensive Economic Partnership Agreement/IUAE-CEPA) akan meningkatkan ekonomi kedua negara.
“Dengan perjanjian perdagangan ini, UAE bisa menjual produk dari Indonesia lebih murah 5%. Kenapa? Karena pajaknya lebih rendah dibanding membeli langsung dari Indonesia ,” jelas Lutfi.
Baca Juga: Presiden Joko Widodo: Perundingan Indonesia-UEA untuk Buka Investasi
Lutfi menyampaikan hasil pertemuan Presiden Jokowi dengan Menteri Negara Perdagangan Luar Negeri UEA Thani bin Ahmed Al Zeyoudi. Pertemuan disiarkan live di kanal Youtube Sekretariat Presiden, Jumat (3/9/2021).
Mendag menambahkan perjanjian tersebut merupakan bagian dari anjungan Indonesia untuk eksport non tradisional, seperti Afrika dan Jazirah Arab.
“Ini janji berdua, antara saya dan Menteri Perdagangan Uni Emirat Arab. Kita akan jalankan dengan basis persahabatan, mencari teman baru, dan mencari bisnis dan dagangan baru,” ujarnya.
Baca Juga: Arab Saudi Cabut Larangan Terbang Langsung. Sudah Boleh Umrah?
Sesuai perintah Presiden Jokowi, Mendag akan menyelesaikan perjanjian kurang dari satu tahun. Lutfi berharap saat kunjungan Presiden ke UEA pada 4 November mendatang, perjanjian sudah pada tahap finalisasi.
Mendag Lutfi menyampaikan Indonesia saat ini sedang bertransformasi dari negara penghasil barang mentah menjadi penghasil barang industri dan industri berteknologi tinggi. Karena itu, kesepakatan perdagangan yang komprehensif penting dilakukan.
“Bila IUAE-CEPA dapat dituntaskan segera, maka ini merupakan perjanjian pertama yang dilakukan Indonesia dengan negara-negara Teluk.
Baca Juga: Bangga, Ada Brand Lokal Indonesia Yang Akan Melenggang Di New York Fashion Week
Sedangkan Bagi UEA merupakan yang kedua dengan mitra dagang Asia selain Singapura. UEA menjadi pilar untuk melakukan penetrasi di negara kawasan teluk, Afrika, dan negara lain.
Di bidang perdagangan elektronik dan digital ekonomi, kolaborasi IUAE-CEPA akan mengakselerasi pertumbuhan di kedua negara. Saat ini, Kemendag sedang meningkatkan jumlah UMKM yang beralih ke platform digital.