TITIKTEMU.CO, BOGOR - Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato secara virtual di sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Kamis (23/9/2021) pagi waktu Indonesia.
Dalam sesi debat umum Sidang Majelis Umum ke-76 itu, Jokowi mengatakan dunia sedang menunggu sidang Majelis Umum PBB menjawab sejumlah pertanyaan.
Kapan rakyat akan bebas dari pandemi, kapan perekonomian pulih dan tumbuh. Serta bagaimana menjaga planet bagi generasi mendatang.
Baca Juga: Petinju Manny Pacquiao Resmi Dicalonkan sebagai Kandidat Presiden Filipina
Jokowi juga menyampaikan kegelisahan masyarakat dunia kapan dunia akan bebas dari konflik, aksi terror, dan perang.
Presiden Jokowi juga mengajak semua negara untuk memberikan harapan bahwa pandemi Covid-19 bisa tertangani dengan cepat, adil, dan merata.
Dia melihat vaksinasi masih timpang. Padahal semua tahu dalam penanganan pandemi no one is safe until everyone is. Tak ada seorang pun yang selamat sampai semuanya selamat.
Baca Juga: Polisi Australia Menangkap 267 Demonstran Anti Lockdown
“Politisasi dan diskriminasi terhadap vaksin masih terjadi. Ini harus kita selesaikan dengan langkah nyata,” kata Jokowi dikutip TITIKTEMU.CO dari dari Sekretariat Presiden.
Kedua, kata Jokowi, pemulihan perekonomian global hanya bisa dilakukan jika pandemi terkendali.
Krena itu, antarnegara harus bekerja sama dan saling membantu. Indonesia dan negara berkembang membuka pintu seluas-luasnya untuk investasi yang berkualitas.
Baca Juga: FBI Selidiki Lima Negara Bagian di Amerika Serikat Terkait Pembelajaran Tatap Muka
“Membuka banyak kesempatan kerja, transfer teknologi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan berkelanjutan,” tambahnya.
Pada poin ketiga, Presiden Jokowi menyampaikan komitmen Indonesia tegas terhadap ketahanan iklim, pembangunan rendah karbon, dan teknologi hijau.
Artikel Terkait
Gara-Gara Varian Delta, Anggaran Bidang Kesehatan di APBN Melewati 200 Triliun Rupiah
Presiden Joko Widodo: Perundingan Indonesia-UEA untuk Buka Investasi
Kemitraan Dagang Indonesia-UAE Akan Meningkatkan Ekonomi Kedua Negara
Indonesia dan Tiongkok Selesaikan Transaksi Bilateral dengan Uang Lokal