Dewan Perdamaian Versi Trump: Banyak Negara Pilih Mundur Pelan-Pelan daripada Ikut Ribut Global

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Sabtu, 31 Januari 2026 | 10:30 WIB

TITIKTEMU.CO - Inisiatif Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk membentuk Board of Peace atau Dewan Perdamaian ternyata tidak langsung disambut meriah.

Justru sebaliknya, semakin banyak negara yang memilih bersikap hati-hati—bahkan terang-terangan menolak bergabung.

Penolakan datang dari berbagai wilayah, mulai dari Eropa hingga kawasan Pasifik.

Banyak pihak menilai, lembaga baru ini masih menyimpan terlalu banyak tanda tanya: mulai dari fungsi, mandat, arah kerja, sampai potensi “tabrakan jalur” dengan peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Singkatnya, banyak negara tidak ingin buru-buru ikut sebuah forum perdamaian yang belum jelas batasannya.

Baca Juga: Saya Tidak Terseret! Gus Yahya Tegaskan PBNU Tak Terkait Kasus Kuota Haji

Banyak Negara Ragu: Dewan Baru, Tapi Aturannya Masih Abu-Abu

Dewan Perdamaian buatan Trump awalnya dikenalkan sebagai upaya memperkuat gencatan senjata yang rapuh di Gaza.

Namun belakangan, Trump menyebut lembaga ini bisa punya cakupan yang lebih luas dan melibatkan berbagai kekuatan dunia.

Masalahnya, piagam Dewan Perdamaian disebut tidak benar-benar membatasi peran lembaga ini hanya pada konflik Palestina.

Hal ini memicu kekhawatiran bahwa Dewan Perdamaian bisa berubah menjadi semacam “pemain baru” yang berpotensi menggeser atau menyaingi PBB dalam urusan perdamaian global.

Baca Juga: Jadi Versi Terbaik Diri Sendiri Tanpa Drama: Mulai dari Hal Kecil yang Kamu Bisa Lakukan Hari Ini

Selandia Baru Memilih Tidak Gabung: “Dalam Bentuknya Saat Ini, Belum Cocok”

Keputusan terbaru datang dari Selandia Baru.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X