Donald Trump Klaim Akan Kuasai Minyak Venezuela, Seberapa Besar Cadangan Negeri Amerika Latin Itu?

photo author
Achmad Zainur Roziqin, TitikTemu.co
- Minggu, 4 Januari 2026 | 21:43 WIB
Ilustrasi di industri tambang dan minyak bumi (Pinterest )
Ilustrasi di industri tambang dan minyak bumi (Pinterest )

TITIKTEMU.CO - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan niatnya untuk mengambil alih kendali cadangan minyak Venezuela setelah operasi militer yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, pada Sabtu (3/1/2026) waktu setempat.

Pernyataan tersebut langsung memicu sorotan global, mengingat Venezuela dikenal sebagai salah satu negara dengan kekayaan minyak terbesar di dunia.

Lantas, seberapa besar sebenarnya cadangan minyak Venezuela?

Mengutip laporan Sky News pada Minggu (4/1/2026), Venezuela menguasai sekitar 17 persen dari total cadangan minyak global, dengan estimasi mencapai 303 miliar barel. Jumlah ini menempatkan Venezuela di jajaran teratas negara pemilik cadangan minyak terbesar dunia.

Baca Juga: Serangan AS ke Venezuela Tewaskan Puluhan Orang, Maduro Diklaim Ditahan dan Dibawa ke Luar Negeri

Pada masa kejayaannya di dekade 1970-an, produksi minyak Venezuela sempat menyentuh angka 3,5 juta barel per hari. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, sektor energi negara tersebut mengalami kemerosotan signifikan.

Sepanjang tahun lalu, produksi minyak Venezuela tercatat hanya sekitar 1,1 juta barel per hari, atau setara dengan 1 persen produksi minyak dunia.

Amerika Serikat sebelumnya merupakan salah satu pembeli utama minyak Venezuela. Akan tetapi, memburuknya hubungan diplomatik dan penerapan sanksi ekonomi membuat China kini menjadi pasar utama ekspor minyak Venezuela.

Baca Juga: Indonesia Serukan Penyelesaian Damai Konflik AS–Venezuela Usai Serangan Udara di Caracas

Mayoritas cadangan minyak Venezuela berupa minyak berat yang terkonsentrasi di kawasan Sabuk Orinoco, wilayah tengah negara tersebut. Sayangnya, masalah korupsi, keterbatasan investasi, dan minimnya teknologi menjadi hambatan utama dalam mengoptimalkan potensi besar tersebut.

Kondisi ini sangat berbeda dengan negara-negara Teluk seperti Arab Saudi, yang mampu mengelola sumber daya minyak secara lebih efisien dan berkelanjutan.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Achmad Zainur Roziqin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X