Qom merupakan kota yang sangat penting dalam tradisi keilmuan Islam Syiah. Banyak ulama besar Iran lahir dari lingkungan pendidikan di kota ini, memberikan legitimasi religius yang kuat.
Selain pendidikan agama, Mojtaba juga dikenal memiliki pemahaman mendalam mengenai dinamika politik dan pemerintahan negara.
Berbeda dengan ayahnya yang tampil sebagai figur publik dan pemimpin negara, Mojtaba Khamenei lebih dikenal sebagai tokoh yang bekerja di balik layar.
Selama bertahun-tahun, ia jarang muncul dalam forum politik resmi ataupun kegiatan publik. Namun berbagai analis politik Iran menilai pengaruhnya dalam struktur kekuasaan sangat signifikan.
Nama Mojtaba mulai banyak dibicarakan secara internasional setelah krisis politik yang terjadi pada pemilihan presiden Iran tahun 2009.
Pada saat itu, presiden petahana Mahmoud Ahmadinejad dinyatakan menang atas kandidat reformis Mir-Hossein Mousavi.
Baca Juga: Seskab Teddy: RI Sudah Sedia Payung sebelum MA AS Batalkan Tarif Trump
Hasil pemilu memicu gelombang demonstrasi Gerakan Hijau. Sejumlah pengamat menilai Mojtaba memainkan peran penting dalam mengelola respons pemerintah terhadap krisis politik tersebut.
Meski tidak memiliki jabatan resmi di pemerintahan, ia disebut memiliki hubungan dekat dengan sejumlah tokoh penting di lembaga keamanan dan intelijen negara.
Kedekatan dengan berbagai institusi strategis ini membuat Mojtaba sering dianggap sebagai salah satu figur paling berpengaruh dalam lingkaran kekuasaan Iran.
Baca Juga: Harga Emas Dunia Tembus USD5.108, Sentimen Bullish Menguat Usai Data PDB AS Melemah
Koneksi Politik dan Lingkar Kekuasaan
Pengaruh Mojtaba Khamenei juga semakin diperhitungkan ketika Iran dipimpin oleh Presiden Ebrahim Raisi beberapa tahun lalu.
Hubungan politik antara Raisi dan kelompok ulama konservatif yang dekat dengan keluarga Khamenei dinilai memperkuat posisi Mojtaba di dalam struktur kekuasaan negara.
Beberapa laporan media internasional bahkan menyebut bahwa sejumlah tokoh yang memiliki hubungan dekat dengannya memegang posisi strategis di berbagai lembaga pemerintahan.
Artikel Terkait
Diplomasi di Panggung Dunia: Saat Trump Menyebut Nama Prabowo di Hadapan ASEAN
Trump dan Xi Bertemu di Busan: Isyarat Damai di Tengah Perang Tarif yang Membakar Dunia
Pertemuan Trump dan Xi Jinping di Busan: Awal Baru Redakan Ketegangan Perang Dagang AS–China
Donald Trump Klaim Akan Kuasai Minyak Venezuela, Seberapa Besar Cadangan Negeri Amerika Latin Itu?
Diskusi ISI Ungkap Dampak Kebijakan Trump terhadap Persaingan Kekuatan Besar di Indo-Pasifik
Dewan Perdamaian Versi Trump: Banyak Negara Pilih Mundur Pelan-Pelan daripada Ikut Ribut Global