Trump dan Xi Bertemu di Busan: Isyarat Damai di Tengah Perang Tarif yang Membakar Dunia

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Kamis, 30 Oktober 2025 | 15:15 WIB
Menyoroti pertemuan Presiden AS, Donald Trump dan Presiden China, Xi Jinping di tengah situasi perang tarif dagang.  (Instagram.com / @realdonaldtrump - @xi_jinping_)
Menyoroti pertemuan Presiden AS, Donald Trump dan Presiden China, Xi Jinping di tengah situasi perang tarif dagang. (Instagram.com / @realdonaldtrump - @xi_jinping_)

TITIKTEMU.CO - Di tengah memanasnya tensi perang dagang Amerika Serikat dan China, dua sosok paling berpengaruh di dunia ekonomi global akhirnya duduk satu meja.

Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping bertemu di Busan, Korea Selatan, pada Kamis, 30 Oktober 2025.

Pertemuan ini menjadi momentum penting yang menandai upaya keduanya untuk meredakan ketegangan dagang setelah berbulan-bulan terlibat dalam aksi saling balas kebijakan yang mengguncang pasar dunia.

Busan menjadi panggung diplomasi baru setelah Trump menyelesaikan kunjungannya ke Malaysia dan Jepang.

Dengan misi besar membangun peluang kesepakatan baru, Trump datang ke Korsel dengan semangat “menutup bab perang tarif” yang telah menekan ekonomi global.

“Saya yakin ini akan menjadi pertemuan yang sangat sukses. Tapi Xi adalah negosiator yang sangat tangguh,” kata Trump dengan senyum diplomatik, sembari menjabat tangan Xi seperti dilaporkan Reuters.

Baca Juga: Toxic Productivity: Ketika Kerja Keras Justru Perlahan Menghancurkan Hidup dan Mental

Xi Jinping: “Gesekan Itu Wajar, Tapi Kerja Sama Harus Jalan”

Sementara itu, Presiden Xi Jinping menanggapi dengan tenang.

Ia menilai gesekan antara dua negara besar adalah hal yang tak bisa dihindari, namun yang terpenting adalah cara mengelola perbedaan tersebut.

“Adalah hal normal bagi dua negara besar untuk mengalami gesekan, tapi yang utama adalah bagaimana kita bisa tetap menjadi mitra dan sahabat,” tutur Xi.

Ia juga menegaskan komitmen untuk bekerja sama dengan Trump demi membangun fondasi hubungan jangka panjang antara Beijing dan Washington.

Pernyataan itu menjadi sinyal kuat bahwa Beijing masih membuka pintu dialog, meski tensi akibat perang tarif belum benar-benar mereda.

Aksi Saling Balas Tarif yang Menggetarkan Dunia

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X