TITIKTEMU.CO SEMARANG - Kasus dokter di Semarang yang menjadi tersangka karena mencampurkan sperma ke dalam makanan istri temannya, memasuki babak baru.
Polda Jateng menyatakan tim penyidik melengkapi persyaratan pemeriksaan kejiwaan tersangka dan sudah melimpahkan berkas penyidikannya ke kejaksaan negeri Semarang.
Kabidhumas Polda Jateng Kombes Pol M Iqbal Alqudusy, dalam rilis tertulis yang diterima Redaksi TITIKTEMU.CO menyatakan dokter berinisial DP itu sebelumnya telah diperiksa kejiwaannya di salah satu rumah sakit di Semarang.
Dijelaskannya, pemeriksaan kejiwaan dokter DP dilaksanakan secara maraton selama dua minggu oleh tim dokter dari berbagai disiplin medis.
Hasil keterangan medis, dokter DP positif menderita kelainan jiwa.
"Tersangka diperiksa oleh tim yang terdiri psikolog, psikiater serta beberapa dokter lain. Hasilnya, dia dinyatakan mengidap kelainan kejiwaan," jelas Kabidhumas.
Baca Juga: Polda Jateng Bekuk 15 Pelaku Transfer Dana Palsu, Kerugian Bank Capai 20 M
Ditambahkan, Dokter DP diketahui mengalami kelainan jiwa akibat trauma psikologis saat masih kecil. Dia hidup di lingkungan keluarga yang kurang harmonis.
"Sehingga tersangka melampiaskan melalui nonton tayangan pornografi dan memperoleh kepuasan karena itu," Iqbal.
Meski demikian, kondisi kejiwaan dokter DP tidak terlalu berdampak pada aktivitas normalnya.
Baca Juga: Polda Jateng Tangkap Pelaku Perdagangan Anak Di Karaoke Pink Kota Tegal
Tersangka dinyatakan bisa beraktivitas seperti kebanyakan orang.
"Keterangan dokter tentang kondisi kejiwaan itu yang beberapa waktu lalu diminta oleh tim kejaksaan. Rabu (15/9) yang lalu, berkas sudah kami limpahkan kembali ke Kejari," tambahnya.
Artikel Terkait
Video Aksi Di Depan Minimarket Sempat Viral, 2 Pelaku Curanmor Diringkus Resmob Polda Jateng
Polda Jateng Tangkap Pelaku Jual-Beli Mobil Bodong, Tiga Unit Mobil Tanpa Surat Kepemilikan Disita
Pukul Yunior Hingga Tewas, 5 Mahasiswa Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Ditahan di Polrestabes Semarang
IPW Puji Polrestabes Semarang yang Jeli Ungkap Rekayasa Kasus Tewasnya Mahasiswa PIP Korban Pemukulan Senior