Alvaro meninggal seketika. Dan mimpi buruk keluarga tidak berhenti di situ. Alex membawa jasad Alvaro ke rumah adiknya di Bogor. Tubuh kecil itu dimasukkan ke plastik.
Selanjutnya, adiknya diberi tugas membuang jenazah karena Alex khawatir sidik jarinya tertinggal. Plastik itu akhirnya diikatkan ke pohon di pinggir sungai.
Ketika tetangga mencium bau busuk dan bertanya, adik Alex berdalih bahwa yang dibawanya hanyalah bangkai anjing.
Baca Juga: Pengakuan Nenek Alvaro: Alibi Bangkai Anjing Adik pelaku Tutupi Keberadaan Jasad
Arumi Sempat Mimpi Pertanda
Di luar negeri, Arumi, ibu Alvaro, mengaku sempat bermimpi buruk: banjir datang, dan hanya Alvaro hanyut. Sejak saat itu, dia merasa ada sesuatu yang tidak beres.
Dia tidak ingin lagi berkomunikasi dengan Alex, dan minta cerai ketika Alvaro masih dalam pencarian. Namun, keluarga masih membela sang menantu karena sikapnya selama ini terlalu meyakinkan.
“Nggak mungkin orang sebaik itu ngambil anak kamu,” ujar Tugimin waktu itu.
Penangkapan Alex
Rabu, 19 November 2025, polisi menangkap Alex. Tidak banyak yang disampaikan kepada keluarga, hanya bahwa Alvaro terbunuh dan Alex adalah pelakunya.
Sayem pingsan ketika mendengar kabar itu. Namun pukulan berikutnya datang tidak kalah buruk.
Minggu pagi, 24 November 2025, Alex ditemukan meninggal dunia kareena bunuh diri di ruang tahanan Polres Jakarta Selatan. Sayem kembali jatuh pingsan setelah diberitahu polisi.
Tugimin bahkan menerima kiriman foto makam yang disebut sebagai tempat Alex dikubur. Namun, dia belum yakin akan kebenarannya.
Sebenarnya, Tugimin sempat berniat ingin bertemu Alex setelah penangkapan. Namun, amarah justru membuatnya memilih untuk tidak datang.“Sudah kesal,” ujarnya pendek.
Baca Juga: Pulang dalam Sunyi: Misteri 8 Bulan Hilangnya Alvaro dan Jejak Tragis yang Terbongkar