Karena tidak membawa bendera merah putih, mereka merobek bagian biru sehingga menyisakan merah putih. Bendera itu kemudian dinaikkan kembali.
Baca Juga: Jangan Salah, Ini Beda Hari Lahir Pancasila dan Hari Kesaktian Pancasila
Konflik Indonesia dan Belanda semakin memanas. Pada 27 Oktober 1945 terjadi pertempuran pertama kalinya. Disusul pertempuran-pertempuran berikutnya.
Jenderal DC Hawthorn akhirnya meminta Presiden Soekarno meredakan situasi. Namun gencatan senjata gagal. Brigadir Jenderal Mallaby justru tewas dalam pertempuran.
Puncaknya adalah pertempuran pada 10 Nobember 1945 yang menewaskan puluhan ribu orang dari kedua belah pihak.
Baca Juga: Diwarnai Atraksi Fly Pass Pesawat Tempur, Upacara Kemerdekaan RI Lancar
Itulah bentuk perjuangan masyarakat Surabaya dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Pertempuran 10 November kemudian diabadikan sebagai Hari Pahlawan.
Sedikit tentang Hotel Yamato, hotel ini ada sejak masa penjajahan Belanda. Dibangun tahun 1910 oleh Lucas Martin Sarkies (Sarkies Bersaudara), pengusaha dari Armenia.
Hotel ini merupakan bagian dari jaringan bisnis hotel mewah di kawasan Asia Tenggara, sepertti Eastern Hotel dan Crag Hotel di Malaysia, serta Raffles Hotel di Singapura.
Baca Juga: Upacara HUT ke-76 RI di Istana, Dilaksanakan Dengan Protokol Kesehatan Sangat Ketat
Nama sebelumnya adalah Hotel Oranje. Nama Yamato baru digunakan tentara pendudukan Jepang saat mengusir Belanda-Sekutu untuk menguasai Indonesia.
Sampai sekarang hotel itu masih berdiri megah, mejadi salah satu landmark legendaris Surabaya di kawasan Tunjungan dengan nama Hotel Majapahit.***
Artikel Terkait
Tragedi G30S/PKI, Kisah Penculikan dan Pembunuhan 7 Pahlawan Revolusi di Lubang Buaya
Jasad Para Jenderal itu Ditemukan di Sumur Tua di Lubang Buaya
Isu TNI Disusupi PKI, BEM PTAI : Pernyataan Ngawur dan Tidak Jelas.
Eksekusi DN Aidit dan Senyum Soeharto
Di Karanganyar, Pangdam IV/Diponegoro dan Kapolda Jateng Ziarah Ke Makam Soeharto