Isu TNI Disusupi PKI, BEM PTAI : Pernyataan Ngawur dan Tidak Jelas.

photo author
Budi Harjo Kusumo, TitikTemu.co
- Kamis, 30 September 2021 | 10:46 WIB
Makostrad Jln Merdeka Timur, Jakarta Pusat (foto: commons.wikimedia)
Makostrad Jln Merdeka Timur, Jakarta Pusat (foto: commons.wikimedia)
TITIKTEMU.CO, JAKARTA - Terkait isu bahwa Tentara Nasional Indonesia (TNI) sudah disusupi PKI yang dilontarkan salah satu mantan Panglima TNI, beberapa hari lalu, mendapat respon dari Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Agama Islam (BEM PTAI) bahwa pernyataan itu ngawur dan tidak jelas.
 
BEM PTAI menyatakan hal itu saat bersilaturahim dengan Panglima Kostrad Letjen TNI Dudung Abdurachman di Mako Kostrad, Jakarta, Rabu,(29/9).
 
 
Kedatangan BEM PTAI ke Kostrad tersebut untuk ber-tabayun atau meminta penjelasan kepada Pangkostrad terkait adanya isu TNI disusupi PKI.
 
"Kami tabayun kepada Bapak Dudung Abdurachman mengenai adanya isu di luar seperti TNI disusupi PKI."
 
"Bagi kami sebagai kalangan intelektual isu tersebut tidak masuk akal dan masyarakat sudah cerdas," kata Sekjen BEM PTAI Yayan Septiadi dalam keterangan tertulisnya.
 
"Kalau ada yang ngomong TNI disusupi PKI pernyataan ngawur dan tidak jelas. Kami langsung mengunjungi ke sana untuk melihat museum bahwa nilai-nilai sejarah masih utuh," ujar Yayan.
 
Dia menambahkan, fitnah TNI disusupi PKI merupakan pembodohan masyarakat.
 
 
Yayan mengatakan, masyarakat mengetahui TNI menjalankan Sumpah prajurit Sapta Marga dan memegang teguh ideologi Pancasila, Negara kesatuan Republik Indonesia, Bhineka Tunggal Ika dan UUD 1945.
 
"Semua orang juga tahu sejarah G30S/PKI, tidak mungkin TNI disusupi PKI. Pernyataan seperti ini pembodohan masyarakat," ucap dia.
 
 
Menurut dia, saat TNI sudah solid dan bersinergi dengan Polri jangan dipecah belah oleh siapa pun. 
 
TNI dan Polri adalah pengayom serta selalu melindungi rakyat.
 
"TNI adalah tentara rakyat jadi untuk rakyat dan oleh rakyat jangan dipecah belah dengan isu murahan. Bangsa Indonesia ini sedang melaju dan ingin tumbuh menjadi negara besar," tegasnya.
 
Sebelumnya, mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo menduga adanya penyusupan kembali pendukung PKI ke tubuh TNI.
 
Indikasi itu dibuktikan dengan diputarkannya video pendek yang menggambarkan hilangnya sejumlah bukti-bukti penumpasan G30S/PKI di Museum Dharma Bhakti di Markas Kostrad.***
 
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
   
 
 
 
 
 
 
Menampilkan Pemerin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Sumber: Antaranews.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X