9 Masjid Yang Punya Sejarah Di Kota Solo.

photo author
AB Soleh, TitikTemu.co
- Jumat, 11 Agustus 2023 | 11:00 WIB
Salah satu masjid bersejarah di Solo (Pemkot Surakarta)
Salah satu masjid bersejarah di Solo (Pemkot Surakarta)

TITIKTEMU.CO, Peradaban Islam sudah lama masuk di Solo dan berkembang dengan baik. Islam memberikan kontribusi yang luar biasa hebat bagi kemajuan perekonomian dan mengisi peradaban yang rukun dan damai di Kota Solo.

Seiring dengan pesatnya peradaban Islam, banyak dibangun masjid-masjid yang memiliki nilai sejarah yang tinggi. Tidak hanya pada arsitektur bangunan yang indah, namun perjalanan sejarah masjid-masjid tersebut memberikan banyak kontribusi besar bagi perkembangan Solo. 

Coba kita simak bersama, beberapa masjid yang memiliki nilai sejarah di Kota Solo.

Masjid Agung Surakarta

Masjid Agung Surakarta merupakan masjid yang berada di kompleks Alun-alun Utara Keraton  Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Keberadaannya tidak lepas dari sejarah pemindahan Keraton Kartasura ke Surakarta, tepatnya 17 Februari 1745 oleh Paku Buwana II. 

Masjid yang sangat ikonik ini menyimpan fakta-fakta keunikan. Salah satunya, artefak bangunan berupa kayu-kayu masjid dibawa seluruhnya dari bangunan Masjid Agung Kartasura, dimana ibu kota Kartasura telah porak-poranda kala itu akibat peristiwa Geger Pacinan. 

Mengapa dibawa utuh semua kayu-kayu dari Masjid Agung Kartasura ke Surakarta, karena masyarakat pada masa itu masih mengacu pada pola Masjid Agung Demak, yang sangat percaya bahwa kayu-kayu tidak boleh dibiarkan atau ditinggal begitu saja di ibu kota Kartasura yang sudah hancur. Mudahnya kayu-kayu diangkut atau dipindah ke Surakarta, juga karena bangunan Masjid Agung Kartasura tidak permanen alias terbuat dari kayu, sehingga konstruksi kayu tersebut mudah untuk dipindah. 

Baca Juga: 5 Tradisi Maulid Nabi di Pulau Jawa. Nomor 4, Suguhan yang Dibawa ke Mesjid Bisa Habiskan Jutaan Rupiah

Saat ini Masjid Agung Surakarta, yang berada di sisi barat Alun-alun Utara itu sering dijadikan tempat beribadah para pengunjung atau wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia. Pengunjung juga menyempatkan untuk melepas lelah atau beristirahat, karena lokasinya yang memang nyaman. 

Masjid Laweyan

Berkunjung ke Masjid Laweyan, membawa imajinasi pada kejayaan Kampung Laweyan. Masjid Laweyan yang berada di tepi Sungai Jenes (dulu Sungai Kabanaran), merupakan masjid tua yang menyimpan sejarah peradaban Kampung Laweyan, yang dikenal sebagai Kampung Batik. 

Masjid Laweyan dibangun pada masa Kerajaan Pajang, sekitar tahun 1564. Masjid ini sudah berdiri lebih dulu sebelum Masjid Agung Surakarta. Bangunan ibadah yang berada di Jalan Liris, Belukan, Pajang, Kecamatan Laweyan ini, berada satu kompleks dengan pemakaman Ki Ageng Henis. Maka warga sekitar sering menyebutnya sebagai Masjid Ki Ageng Henis. 

Ki Ageng Henis merupakan tokoh penting dalam membangun peradaban di Kampung Laweyan. Beliau merupakan ayah dari Ki Ageng Pamanahan. Ki Ageng Pamanahan adalah ayah dari Danang Sutawijaya atau Panembahan Senopati, yang mendirikan Kesultanan Mataram. 

Ki Ageng Henis, kakek dari Panembahan Senopati ini merupakan tokoh penyebar agama Islam di Kampung Laweyan. Kampung Laweyan dulu dikenal sebagai penganut Hindu. Berkat dakwah dan syiar Islam yang dilakukan Ki Ageng Henis dengan cara damai, masyarakat Laweyan banyak yang memeluk Islam. Bahkan sebelum didirikan Masjid Laweyan, bangunan tersebut merupakan Pura, yang sudah diwakafkan untuk dibangun masjid. 

Masjid Al Wustho

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: AB Soleh

Sumber: Pemkot Surakarta

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Arti Mimpi Ular Kuning dan Putih Apa?

Selasa, 26 Agustus 2025 | 11:35 WIB
X