5 Tradisi Maulid Nabi di Pulau Jawa. Nomor 4, Suguhan yang Dibawa ke Mesjid Bisa Habiskan Jutaan Rupiah

photo author
Ipiek Riyanto, TitikTemu.co
- Jumat, 7 Oktober 2022 | 10:58 WIB
Tradisi Angkaan Berkat, Gresik. Masyarakat membawa Angkaan untuk dikumpulkan di masjid (pic. Disparbud Gresik)
Tradisi Angkaan Berkat, Gresik. Masyarakat membawa Angkaan untuk dikumpulkan di masjid (pic. Disparbud Gresik)

TITIKTEMU.CO - Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Robiul Awal 1444 H jatuh pada 8 Oktober 2022. Pada umumnya, saat merayakan Maulid Nabi ada beberapa tradisi yang dilakukan di berbagai daerah di Tanah Air.

Tradisi ini selalu digelar setiap tahunnya pada 12 Rabiul Awal dalam penanggalan Hijriyah.
Dalam rangka perayaan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW, biasanya seluruh umat Muslimmenyambut dengan penuh suka cita.

Banyak tradisi yang dilaksanakan dalam peringatan Maulid Nabi dimaksudkan untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Baca Juga: Gara-gara Jilat Kue Ulang Tahun TNI, Oknum Polantas Papua Barat Diproses, Ucapannya Juga Tak Sopan

Tradisi perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW biasanya diselenggarakan di beberapa daerah di Nusantara.

Salah satu daerah yang lekat dengan tradisi Maulid Nabi adalah pulau Jawa. Namun, biasanya perayaanini menggabungkan nilai-nilai Islam dan adat istiadat daerah setempat.

Apa saja tradisi Maulid Nabi yang dirayakan di pulau Jawa? Berikut ini 5 tradisi Maulid Nabi di pulau Jawa tersebar di beberapa daerah besar, mulai dari Cirebon
hingga Madura, dikutip dari berbagai sumber.

Baca Juga: Karier Rizky Billar Mentereng Usai Nikahi Lesty Kejora. Sepupunya Bilang, Padahal Dulu Ngekos, Makan Aja Susah

1. Tradisi Panjang Jimat

Iring-iringan pembawa Panjang pada upacara tradisi Panjang Jimat
Iring-iringan pembawa Panjang pada upacara tradisi Panjang Jimat (pic/Keraton Kanoman Cirebon)

Panjang Jimat menjadi tradisi Maulid Nabi selanjutnya yang terkenal di pulau Jawa.
Panjang Jimat adalah tradisi perayaan Maulid Nabi di Keraton Cirebon. Tradisi ini dilaksanakan setiap tahunnya pada 12 Rabiul Awal.

Upacara tradisi ini merupakan puncak peringatan Maulid Nabi di tiga keraton Cirebon yaitu Kanoman, Kasepuhan dan Kacirebonan. Tujuannya, tidak lain untuk mengenang dan selalu meneladani beliau.

Dalam tradisi Panjang Jimat, masyarakat akan melihat arak-arakan makanan dengan ciri khas nasi tujuh rupa atau nasi jimat dari Bangsal Jinem.

Baca Juga: Marcus Rashford cetak dua gol, Manchester United raih kemenangan di Liga Europa

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Teguh Argari Bisono

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X