Daendels dan Reformasi Hutan Jawa: Kisah Mas Galak Perangi Pembalakan Liar

photo author
Ken Maesa Pamenang, TitikTemu.co
- Selasa, 2 Desember 2025 | 14:25 WIB
Daendels dan Reformasi Hutan Jawa: Kisah Mas Galak Perangi Pembalakan Liar. (Rijksmuseum Amsterdam)
Daendels dan Reformasi Hutan Jawa: Kisah Mas Galak Perangi Pembalakan Liar. (Rijksmuseum Amsterdam)

Daendels membenahi Kekacauan

Daendels tiba pada 1808 saat kondisi pemerintahan kacau, birokrasi korup, serta wilayah yang lemah karena masalah lingkungan.  Tapi, dia dikenal sebagai pemimpin yang disiplin dan tegas.

Daendels bertindak. Dia tidak ragu mengambil langkah drastis: memangkas pejabat korup, membentuk struktur pemerintahan lebih efisien, dan sentralisasi kekuasaan agar setiap kebijakan dijalankan seragam.

Sejarawan Mona Lohanda mencatat Daendels membagi Pulau Jawa menjadi sembilan prefecture -tingkat pembagian wilayah administratif.

Sistem baru ini diciptakan untuk memperkuat pengawasan administratif, termasuk atas pengusaha lokal yang sebelumnya leluasa mengambil kayu hutan tanpa pengendalian.

Dengan cara itu, Daendels ingin membangun Hindia Belanda sebagai negara modern, bukan lagi wilayah dagang yang dieksploitasi sesuka hati seperti di masa VOC.

Baca Juga: Sejarah Keraton Surakarta, Paku Buwana III: Raja yang Berkuasa di Bawah Bayang-bayang Belanda

Larangan Pembalakan Liar yang Mengubah Jawa

Salah satu langkah besar Daendels adalah menerbitkan larangan pembalakan liar. Dia menetapkan hutan merupakan aset negara, sehingga tidak boleh ada satu pun pihak yang menebang tanpa izin.

Untuk mendukung kebijakannya, Daendels membentuk lembaga resmi bernama Jawatan Kehutanan (Diens van het Boschwezen).

Jawatan bertugas memetakan hutan, menentukan wilayah yang boleh ditebang dan ditanami kembali, terutama untuk pohon jati yang pada masa itu menjadi komoditas sangat berharga.

Baca Juga: Misteri Tewasnya Jenderal Mallaby di Jembatan Merah, Siapa Penembaknya? 

Sistem rotasi tebang-tanam mulai diterapkan, sebuah langkah maju dalam upaya menjaga keberlanjutan hutan. Daendels bahkan mengeluarkan aturan unik untuk memastikan setiap kayu yang ditebang tercatat dengan baik.

Kayu jati diberi kode wilayah tertentu, seperti kode S1 untuk Surabaya, dan S5 untuk Semarang. Jika ditemukan kayu tanpa kode resmi, kayu otomatis disita dan pelakunya ditangkap. Tidak ada kompromi.

Kebijakan ini langsung memukul mereka yang selama ini bergantung pada penebangan ilegal. Banyak penebang liar dipindahkan ke wilayah lain dan diberi lahan baru untuk digarap.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Arti Mimpi Ular Kuning dan Putih Apa?

Selasa, 26 Agustus 2025 | 11:35 WIB
X