TITIKTEMU.CO, Hari ini tepat hari Sumpah Pemuda 28 Oktober, suatu sejarah dimana munculnya dorongan untuk bersatu dalam diri pemuda Indonesia. Kesadaran itu timbul karena zaman dahulu bangsa Indonesia terpecah belah akibat perbedaan suku, agama dan ras.
Walau Sumpah Pemuda dilakukan di Jakarta, tetapi Solo, menjadi sebuah kota yang penuh dengan sejarah menyimpan cerita menarik tentang perkembangan organisasi kepemudaan yang terlibat dalam Sumpah Pemuda.
Salah satu organisasi yang memberi warna dalam lembaran sejarah kepemudaan di Solo adalah “Tri Koro Darmo”, yang kemudian dikenal dengan nama Jong Java.
Tanggal 7 Maret 1915 menjadi tonggak berdirinya Tri Koro Darmo, sebuah organisasi yang diprakarsai oleh Dr. Satiman Wirjosandjojo, yang kemudian menjabat sebagai ketua. Misi utama organisasi ini adalah menciptakan tempat latihan bagi calon-calon pemuda nasional. Mereka dipandang sebagai harapan bangsa, yang akan memimpin Indonesia di masa depan. Keberanian, semangat patriotisme, dan cinta akan tanah air menjadi pendorong utama di balik pembentukan organisasi ini. Selain itu, Jong Java juga berupaya mempererat hubungan antarsuku bangsa Indonesia dan memperkukuh persaudaraan di antara mereka.
Baca Juga: Expo Karya Pemuda di Atrium Plaza Malioboro Untuk Peringati Sumpah Pemuda
Meskipun awalnya dihadiri oleh murid-murid sekolah menengah dari Jawa Tengah dan Jawa Timur, organisasi ini kemudian mengalami perubahan signifikan. Pada kongres I di Solo, 12 Juni 1918, nama organisasi diubah menjadi Jong Java. Perubahan ini bertujuan agar Jong Java dapat merangkul anggota dari berbagai suku bangsa Indonesia, termasuk Sunda, Madura, dan Bali. Dengan perubahan ini, Jong Java semakin memperkuat misinya dalam membangun persatuan di Jawa-Raya dan menciptakan rasa cinta akan kebudayaan sendiri di kalangan pemuda.
Perjalanan Jong Java tidak berhenti di sana. Setelah setahun menjalankan tugasnya, Komisi Besar Indonesia Muda mengadakan kongres bersejarah pada 30 Desember – 2 Januari 1931, di Gedung Pertemuan Habiprojo, Solo. Pada upacara yang berlangsung tengah malam, Indonesia Muda resmi didirikan. Upacara ini menjadi penanda berakhirnya peran Komisi Besar Indonesia Muda. Nama-nama seperti Jong Java, Jong Sumatranen Bonds, Pemuda Indonesia, Jong Celebes, dan Sekar Rukun tidak lagi digunakan. Indonesia Muda menjadi payung besar yang melindungi semangat dan cita-cita organisasi kepemudaan sebelumnya.
Hingga saat ini, jejak perjalanan Jong Java dan kemudian Indonesia Muda tetap menjadi inspirasi bagi generasi muda Solo. Semangat persatuan, cinta tanah air, dan kecintaan terhadap kebudayaan sendiri terus ditanamkan dalam hati para pemuda. Sejarah gemilang ini mengajarkan kita tentang pentingnya kebersamaan, semangat berkarya, dan keinginan untuk membangun masa depan yang lebih baik. Dengan mengenang perjalanan gemilang ini, kita diingatkan akan tanggung jawab kita sebagai generasi penerus untuk terus memajukan bangsa, sebagaimana yang telah dicontohkan oleh para pemuda hebat di masa lalu.