Berdasarkan hadis qudsi di atas, daripada kita sibuk berprasangaka buruk tentang hari Rabu di akhir bulan Safar bahwa hari tersebut adalah hari sial, lebih baik kita berprasangka baik dengan meyakini bahwa hari tersebut adalah hari yang penuh keberkahan. Karena Rasulullah SAW menyukai Tafa’ul (mengharap baik) dan tidak menyukai Tathayyur (merasa sial). Hal ini sebagaimana hadis Riwayat Imam Ahmad sebagai berikut:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ، قَالَ : كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُحِبُّ الْفَأْلَ الْحَسَنَ ، وَيَكْرَهُ الطِّيَرَةَ
“Abu Hurairah berkata: Rasulullah senang dengan tafaul (mengharap baik) dan tidak suka dengan tathayyur (merasa sial)”
Yang tidak diperbolehkan adalah bahwa kesialan dan kebaikan datang bukan atas kehendak Allah SWT namun melalui hal lain seperti peramal dan pertanda lainnya. Karena dalam keimanan kita sudah terpatri bahwa kebaikan dan keburukan adalah takdir Allah SWT.
Baca Juga: Resep Balado Nugget, Enak Dan Mudah Dibuat. Dimakan Pakai Nasi Saja Lezat
Sebagaimana hadis Rasulullah yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari sebagai berikut:
قَالَ ( أَصْبَحَ مِنْ عِبَادِى مُؤْمِنٌ بِى وَكَافِرٌ ، فَأَمَّا مَنْ قَالَ مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللَّهِ وَرَحْمَتِهِ فَذَلِكَ مُؤْمِنٌ بِى وَكَافِرٌ بِالْكَوْكَبِ ، وَأَمَّا مَنْ قَالَ بِنَوْءِ كَذَا وَكَذَا فَذَلِكَ كَافِرٌ بِى وَمُؤْمِنٌ بِالْكَوْكَبِ )
“Allah berfirman (dalam hadis Qudsi): Hamba-Ku ada yang iman dan kafir kepada Ku. Jika ia berkata: “Kami diberi hujan karena anugerah Allah dan rahmat Nya, maka ia iman pada Ku dan kafir dengan bintang.” Jika ia berkata: “diberi hujan karena bintang, maka ia kafir pada Ku dan iman dengan bintang”
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Maka daripada kita merasa sial, lebih baik kita selalu mengharap kebaikan pada hari Rabu di akhir bulan Safar dengan menganggap hari itu adaah hari yang penuh keberkahan. Karena dalam beberapa keterangan hadis dijelaskan bahwa hari Rabu adalah hari yang penuh keberkahan. Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa Allah SWT menciptakan Nur pada hari Rabu.
خَلَقَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ التُّرْبَةَ يَوْمَ السَّبْتِ، ...، وَخَلَقَ النُّورَ يَوْمَ الْأَرْبِعَاءِ
“Allah Yang Maha Agung menciptakan tanah di hari Sabtu, ... dan menciptakan cahaya di hari Rabu” (HR. Muslim)
Selain hadis di atas, terdapat juga sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam kitab Al-Adab Al-Mufrad yang menyebutkan bahwa do’a Rasulullah SAW dikabulkan pada hari Rabu. Sehingga seorang sahabat yaitu Jabir bin Abdullah jika memiliki hajat maka beliau berdo’a di hari Rabu di antara shalat Dzuhur dan Ashar.
Artikel Terkait
Jika Ingin Rezekimu Lancar, Jangan Tinggalkan Shalat Dhuha
7 Amalan Hari Jumat Sesuai Sunnah Rasul, Ada 1 Jam Waktu Mustajab untuk Berdoa Lho!
Keutamaan Shalat Subuh, Senilai Pahala Shalat Sepanjang Malam
Kisah Ali bin Abi Thalib yang Hampir Terlambat Shalat Subuh Berjamaah
Begini Cara Mudah Membaca Surat Al Kahfi, Amalan Sunnah di Hari Jumat
Jangan Buru-buru Pergi Setelah Shalat, UAH Pesan Lakukan 7 Dzikir Ini Agar Hidupmu Dimudahkan
Isra Miraj : Awalnya Perintah Shalat Tak Hanya Lima Waktu. Begini kisah lengkapnya...
Begini Kisah Nabi Musa Menyuruh Nabi Muhammad Minta Keringanan Shalat Menurut Gus Baha
Lakukan 8 Amalan Sunnah di Hari Jumat Ini, Sayang Kalau Dilewatkan
Tips Membawa Anak Kecil ke Masjid Agar Tidak Gaduh dan Mengganggu Jamaah Shalat
Haji 2022 : Wukuf di Hari Jumat, Jemaah Mendapatkan Haji Akbar, Ini Kemuliaannya
7 Amalan Ibadah di Hari Jumat yang Penuh Berkah. Salah Satunya Berangkat Salat Jumat Lebih Awal