Isra Miraj : Awalnya Perintah Shalat Tak Hanya Lima Waktu. Begini kisah lengkapnya...

photo author
Ipiek Riyanto, TitikTemu.co
- Sabtu, 26 Februari 2022 | 07:21 WIB
Peristiwa Agung Perjalanan Nabi Muhammad SAW untuk Menerima Perintah Shalat. Isra Miraj . Ilustrasi (Freepik)
Peristiwa Agung Perjalanan Nabi Muhammad SAW untuk Menerima Perintah Shalat. Isra Miraj . Ilustrasi (Freepik)

TITIKTEMU.CO - Isra Miraj merupakan peristiwa agung dalam sejarah Islam yang mengisahkan perjalanan rohani Rasulullah Nabi Muhammad SAW.

Peristiwa perjalanan mulia Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam ini diperingati setiap tanggal 27 Rajab penanggalan hijriah.

Isra Miraj adalah dua peristiwa yang berbeda. Isra artinya adalah perjalanan di malam hari.

Baca Juga: 20 Tema Peringatan Isra Miraj, Saat Pandemi Covid-19 Singkat namun Penuh Makna

Secara istilah, Isra adalah perjalanan Rasulullah SAW pada suatu malam dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsa di Palestina.

Jarak antara keduanya disebut sekitar 1.239 kilometer, di mana kala itu perjalanannya bisa ditempuh sekitar satu bulan dengan menggunakan kuda atau unta.

Sedangkan Miraj atau kenaikan adalah perjalanan Rasulullah menuju ke sidratil muntaha atau langit ke tujuh.

Baca Juga: 20 Kumpulan Twibbon Pilihan Peringatan Isra Miraj 1443 H 2022. Download dan Kirim ke sosial Media

Namun, atas kuasa Allah subhanahu wata’ala, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam diberikan keistimewaan untuk melakukan dua perjalanan tersebut bersama malaikat Jibril hanya dalam satu malam.

Kemudian Rasulullah SAW melanjutkan perjalanannya dari Masjidil Aqsha menuju Sidratil Muntaha menghadap Allah subhanahu wata’ala sang pencipta Alam semesta, untuk menerima perintah shalat lima waktu.

Peristiwa ini disebutkan oleh Allah SWT di dalam Alquran:

سُبۡحَٰنَ ٱلَّذِيٓ أَسۡرَىٰ بِعَبۡدِهِۦ لَيۡلٗا مِّنَ ٱلۡمَسۡجِدِ ٱلۡحَرَامِ إِلَى ٱلۡمَسۡجِدِ ٱلۡأَقۡصَا ٱلَّذِي بَٰرَكۡنَا حَوۡلَهُۥ لِنُرِيَهُۥ مِنۡ ءَايَٰتِنَآۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡبَصِيرُ

Artinya: “Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS Al-Isra’:1)

Baca Juga: Keutamaan Rajab dan Hukum Berpuasa Menurut Imam 4 (Empat) Mazhab

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Sumber: nu.or.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X