Momentum Ramadhan Sekaligus Jelang Lengser Jabatan, Rektor UNNES Luncurkan Dua Buku

photo author
Agus Hermanto, TitikTemu.co
- Jumat, 8 April 2022 | 03:29 WIB
Rektor UNNES Prof. Dr.FathurRokhman, M.Hum (tengah) dan unsur pimpinan kampus berpose bersama para wartawan di sela peluncuran dan diskusi 2 (dua) buku karya terbarunya.  (pic. titiktemu-agushermanto)
Rektor UNNES Prof. Dr.FathurRokhman, M.Hum (tengah) dan unsur pimpinan kampus berpose bersama para wartawan di sela peluncuran dan diskusi 2 (dua) buku karya terbarunya. (pic. titiktemu-agushermanto)

TITIKTEMU.CO SEMARANG – Bagi civitas akademika Universitas Negeri Semarang (UNNES) khususnya umat muslim, Ramadhan tak hanya dimaknai sebagai bulan penuh ampunan saja, tetapi Ramadhan secara khusus juga disebut sebagai bulan ilmu.

Tak heran, bila pada momentum awal Ramadhan 1433, bulan ilmu kali ini, Rektor Universitas Negeri Semarang (UNNES) Prof. Dr. Fathur Rokhman, M.Hum menyemarakkannya dengan meluncurkan dua buku sekaligus.

Baca Juga: Seleksi Rektor UGM : 6 Profesor Resmi Ditetapkan Sebagai Bakal Calon Rektor UGM Periode 2022 – 2027

Baca Juga: Pendaftaran Taruna Akpol 2022 Sampai 18 April 2022, Simak Syaratnya, diantaranya Tidak Bertato atau Tindik

Kedua buku anyar tersebut adalah Pendidikan untuk Peradaban dan UjaranKebencian: Kajian Pragmatik, Linguistik Forensik, dan Analisis Wacana.

Acara peluncuran diselenggarakan secara sederhana bersama sejumlah awak media, Kamis (7/4) petang.

Baca Juga: Seleksi Mandiri UNNES Jalur Prestasi Tahun 2022: Dibuka 1 Maret - 30 Mei 2022

Buku Pendidikan untuk Peradaban berisi pemikiran-pemikiran Fathur tentang pendidikan di Tanah Air.

Sebagai akademisi, ia merespons sekaligus menawarkan pandangan terhadap berbagai persoalan pendidikan di tanah air.

Topik pembahasannya pun cukup luas, terbentang mulai pendidikan tinggi, hubungan pendidikan dengan sumberdaya manusia, sampai pendidikan dan bahasa.

Baca Juga: Jalur SNMPTN UNNES Diminati 42.325 Siswa, Rektor Fathur Rokhman: Terima Kasih Kepercayaannya!

“Menulis tentang dinamika pendidikan di Tanah Air adalah salah satu cara menemukan makna dalam berbagai kebijakan, gejala, dan fenomena pendidikan,” ujar guru besar yang sukses memimpin kampus PTN eks IKIP Semarang selama dua periode dan bakal segera lengser jabatan itu.

Sementara buku Ujaran Kebencian: Kajian Pragmatik, Linguistik Forensik, dan Analisis Wacana merupakan buku kepakaran yang ditulis dalam kapasitasnya sebagai akademisi bidang bahasa.

Ditambahkan Fathur ujaran kebencian sudah menjadi persoalan krusial karena berdampak destruktif bagi masyarakat dan bangsa. Selain mengakibatkan kerusakan psikologis pada korbannya, ujaran kebencian juga terbukti merongrong kesatuan bangsa.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Agus Hermanto

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X