Buya Yahya mengingatkan bahwa dalam tradisi Ruwahan tersebut, biasanya ada doa-doa yang dipanjatkan, maknanya adalah kita bersama-sama mendoakan arwah atau ruh yang telah mendahului kita dari ahli Iman.
Baca Juga: Piala Dunia Qatar 2022: Cristiano Ronaldo Tak Mencetak Gol Saat Portugal Kalahkan Turki di Play-off
“Bukan berarti kita mendoakan arwah atau ruh yang nggak jelas lho ya,” tegas Buya Yahya.
Tradisi Ruwahan itu sangat bagus, karena dapat menjalin silaturahmi, bersedekah saling berbagi makanan dalam suasana yang akrab.
“Asal tidak menggunakan kepercayaan-kepercayaan yang salah, misalnya baca-baca mantra yang tidak sesuai ajaran Islam, maksudnya selagi perkumpulan tersebut masih bisa diarahkan sesuai syariat, maka lanjutkan karena itu termasuk perbuatan yang baik,” kata Buya Yahya.
“Jika tradisi Ruwahan dilakukan untuk mendoakan arwah yang telah mendahului kita dari ahli Iman, ada makna silaturahmi, dan ada makna sedekah, dan tidak ada kepercayaan yang menyimpang dari ajaran Islam, maka semua itu sesuai dengan syariat Islam,” kata Buya Yahya.***
Baca Juga: Presiden Perbolehkan Mudik Lebaran Tahun ini, Syaratnya Sudah Vaksin Lengkap dan Booster
Artikel Terkait
Tips Of The Day: Manfaat Puasa 9-10 Muharram
Masuk Bulan Rajab, Ini Keutamaan dan Jadwal Puasa di Bulan Rajab
Panduan Puasa Ramadhan: Dalil, Tata Cara dan Ketentuannya
Menikmati Bubur Suro Khas Ramadhan Peninggalan Sunan Bonang di Tuban
Ramadhan Tiba, Polres Boyolali Hidupkan Pos Ronda di Tiap Desa