Hukum Tradisi Ruwahan Jelang Bulan Ramadhan, Ini Kata Buya Yahya

photo author
Ipiek Riyanto, TitikTemu.co
- Jumat, 25 Maret 2022 | 09:49 WIB
Buya Yahya, pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah Cirebon (Tangkapan Layar YouTube)
Buya Yahya, pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah Cirebon (Tangkapan Layar YouTube)

Buya Yahya mengingatkan bahwa dalam tradisi Ruwahan tersebut, biasanya ada doa-doa yang dipanjatkan, maknanya adalah kita bersama-sama mendoakan arwah atau ruh yang telah mendahului kita dari ahli Iman.

Baca Juga: Piala Dunia Qatar 2022: Cristiano Ronaldo Tak Mencetak Gol Saat Portugal Kalahkan Turki di Play-off

“Bukan berarti kita mendoakan arwah atau ruh yang nggak jelas lho ya,” tegas Buya Yahya.

Tradisi Ruwahan itu sangat bagus, karena dapat menjalin silaturahmi, bersedekah saling berbagi makanan dalam suasana yang akrab.

“Asal tidak menggunakan kepercayaan-kepercayaan yang salah, misalnya baca-baca mantra yang tidak sesuai ajaran Islam, maksudnya selagi perkumpulan tersebut masih bisa diarahkan sesuai syariat, maka lanjutkan karena itu termasuk perbuatan yang baik,” kata Buya Yahya.

Baca Juga: Piala Dunia Qatar: Negara-negara Ini Sudah Lolos ke FIFA World Cup Qatar. Simak Perjuangan dan Peluangnya!!

“Jika tradisi Ruwahan dilakukan untuk mendoakan arwah yang telah mendahului kita dari ahli Iman, ada makna silaturahmi, dan ada makna sedekah, dan tidak ada kepercayaan yang menyimpang dari ajaran Islam, maka semua itu sesuai dengan syariat Islam,” kata Buya Yahya.***

Baca Juga: Presiden Perbolehkan Mudik Lebaran Tahun ini, Syaratnya Sudah Vaksin Lengkap dan Booster

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Sumber: YouTube Al-Bahjah TV

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X