“Dengan adanya sistem kandang terkoleksi kandang dan lingkungan menjadi nyaman dan bebas bau, mudah membersihkan dan pemanenan, ternak lebih sehat dan mudah dalam pengamatan, serta dapat menjual pupuk setiap hari,” ujar Vita.
Vita menambahkan, konsep kandang dengan sistem terkoleksi, pada dasarnya tidak mengganggu warga sekitar kandang, karena kandang yang digunakan tidak berbau.
"Sebenarnya yang menimbulkan bau adalah urine domba karena adanya amoniak di urine. Maka harus dipisahkan antara urine dan feses," jelad Vita.
Kandang terkoleksi adalah kandang panggung, yang di bawahnya dibuatkan instalasi terkoleksi dengan adanya jaring yang miring dan fiber.
Kandang ini juga dilengkapi dengan jalur penampungan yang berbeda antara feses dan urine.
Ada beberapa manfaat dengan menerapkan kandang dengan sistem terkoleksi, antara lain:
1. Kandang dan lingkungan nyaman bebas bau.
2. Mudah dalam pembersihan dan pemanenan kohe.
3. Ternak lebih sehat.
4. Mudah dalam pengamatan kesehatan ternak.
5. Dapat menjual pupuk setiap hari.
Baca Juga: Wali Kota Bandung Oded M Danial Meninggal, Pak Uu: Mang Oded Tutup Usia Dalam Keadaan Syahid
Vita mengajak para pemuda untuk berkontribusi ke sektor peternakan, karena saat ini permintaan ternak naik.
Ironisnya, kondisi tersebut tidak mampu direspons dengan suplai yang cukup oleh para peternak tradisional.***
Artikel Terkait
Awas Ketagihan! Pindang Kambing Khas Wonogiri Rasanya Istimewa. Ternyata Ini Rahasianya
UGM Beri Pelatihan Budidaya Ayam Bahagia Bagi Warga Binaan Lapas. Anda Bisa Ikut Melakukannya
UGM Raih Medali Perak pada Kompetisi Biologi Sintetik Dunia iGEM 2021
Pakar UGM Prof Wasito: Virus Corona Sangat Kecil, Percuma Pakai Masker, Kalau Tidak Jaga Jarak
Menikmati Masakan Olahan Kambing Diiringi Live Music, Nikmat Apalagi Yang Kamu Dustakan...