“Penjurian akan kita ubah, karena takutnya, saat tim bermain dapat giliran, putus koneksi sehingga diambil beberapa kali pertandingan dan diambil rata-ratanya,” jelasnya.
Sementara itu, Direktur Kemahasiswaan UGM, Dr. R. Suharyadi menjelaskan KRI 2021 akan dilaksanakan secara daring, di mana para peserta akan bertanding di kampus masing-masing yang ditayangkan secara daring melalui video conference.
KRI 2021 mempertandingkan enam divisi, yakni Kontes Robot Abu Indonesia (KRAI), Kontes Robot SAR Indonesia (KRSRI) yang sebelumnya bernama Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI), Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI), KRSBI Humanoid, Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI), dan Kontes Robot Tematik Indonesia (KRTMI).
Tim-tim terbaik di tingkat wilayah, akan adu kebolehan kembali di KRI tingkat Nasional. Sementara itu, juara pertama KRAI 2021 akan ditunjuk mewakili Indonesia dalam ABU Robocon 2021 secara daring di China. (heppy purnomo/ugm.ac.id)
Artikel Terkait
Komisi IX Dukung Si Wolly Nyaman, Inovasi Teknologi Cegah Deman Berdarah dari UGM
Mahasiswa UGM Teliti Khasiat Daun Pandan Wangi dan Cengkih Untuk Nanospray Penyembuh Luka
UGM Tuan Rumah Kontes Robot Indonesia 2021, Digelar dengan Format Baru
Wow! Siswi MI di Boyolali Bikin Robot Pendeteksi Suhu Tubuh dan ATM Masker
Kemendag Blokir Ratusan Situs Perdagangan Berjangka, Ada Yang Tawarkan Robot Forex