Nanospray memiliki rata-rata pH sebesar 4,33. Nilai pH tersebut sudah sesuai dengan pH kulit dan tidak akan menimbulkan bahaya dalam pemakaiannya. Selain itu, untuk uji kualitas lainnya seperti tingkat kekentalan dan bobot jenis, nanospray yang terbentuk telah teruji berkualitas baik.
Dari uji stabilitas sediaan menunjukkan bahwa nanospray tetap stabil bentuknya baik dalam suhu rendah maupun suhu tinggi. Berikutnya, dari segi kualitas, hasil dari uji pada sediaan ini menunjukkan bahwa nanospray kombinasi ini sudah memiliki kualitas yang baik, mudah digunakan, dan tidak gampang rusak.
Uji kadar hambat minimum bakteri menunjukkan zona hambat yang ditimbulkan oleh nanospray kombinasi ekstrak daun pandan wangi dan ekstrak bunga cengkih lebih besar dibandingkan obat merah luka secara signifikan.
Dengan begitu bisa disimpulkan bahwa nanospray ekstrak daun Pandan Wangi dan bunga Cengkih memiliki efek antiseptik lebih baik dari obat merah luka.
Baca Juga: PPKM Berhasil, Dekan FK UNS Ingatkan Pemerintah untuk Menahan WNA Masuk Indonesia
Efek antiinflamasi dan anestesi dilakukan secara in silico molecular docking untuk melihat kekuatan ikatan antara bahan aktif dan reseptor manusia yang berkaitan dengan efek antiinflamasi dan anestesi.
Hasil molecular docking menunjukkan bahwa nanospray memiliki ikatan yang lebih kuat dibandingkan bahan aktif obat merah pada reseptor manusia.
"Ini membuktikan bahwa nanospray kombinasi ini memiliki efek antiinflamasi dan anestesi yang lebih baik daripada obat merah luka," imbuh Alma.
Baca Juga: Wahai Perempuan, Minumlah Kopi Secara Rutin. Ini Lho Manfaatnya
Alma menyampaikan penelitian yang telah dilakukan diharapkan dapat meningkatkan guna daun pandan wangi dan bunga cengkih, selain bisa menjadi alternatif obat herbal dalam penyembuhan luka.
"Penelitian berupa penelitian dasar dan harapannya bisa dilakukan lebih lanjut untuk mengetahui efektivitasnya pada manusia,"jelasnya.***(Leonardo Pamungkas / Sumber : ugm.ac.id)