TITIKTEMU.CO – Menjelang Ramadhan, masyarakat Jawa umumnya melakukan tradisi yang dikenal dengan Ruwahan. Ruwahan merupakan tradisi kebudayaan masyarakat Jawa untuk mendoakan orang yang telah meninggal dunia. Dalam ruwahan tersebut masyarakat melakukan rangkaian budayanya, yaitu Nyadran.
Mereka berkunjung ke makam-makam para leluhurnya. Di sana mereka membersihkan makam, menaburkan bunga, dan mendoakan dengan mengunjungi makam keluarga atau ulama.
Bahkan ada juga yang mengadakan acara kenduri. Masyarakat kampung berkumpul di satu komplek pemakaman untuk bersama-sama mendo’akan ahli kubur yang ada di komplek tersebut, baik ahli kubur itu keluarga sendiri maupun orang lain. Mereka melakukan nyadran bersama-sama.
Baca Juga: Presiden Perbolehkan Mudik Lebaran Tahun ini, Syaratnya Sudah Vaksin Lengkap dan Booster
Nyadran merupakan salah satu tradisi atau ritual di akhir bulan Syaban atau jelang Bulan Ramadhan atau lebih lazim disebut ziarah kubur.
Tujuan utama dari ziarah kubur jelang Ramadhan mengingatkan peziarah yang masih hidup di dunia akan kematian, bahwa ada kehidupan setelah alam dunia yang pasti dihadapi yaitu akhirat.
Dengan mengingatNYA, diharapkan umat muslim meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT dengan mengumpulkan bekal demi menggapai kebahagian di akhirat.
Baca Juga: Ini Jadwal Lengkap balapan F1, Grand Prix Formula 1 2022. Siapa Bakal Berjaya?
Ziarah kubur memang dianjurkan dalam Islam agar kita selalu mengingat kematian yang pasti terjadi pada setiap manusia.
Namun perlu ditekankan bahwa ziarah kubur murni dilakukan hanya untuk mendoakan ahli kubur, bukan untuk disembah.
Imam Turmudzi meriwayatkan satu hadits di mana Rasulullah SAW bersabda:
قَدْ كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ القُبُورِ، فَقَدْ أُذِنَ لِمُحَمَّدٍ فِي زِيَارَةِ قَبْرِ أُمِّهِ، فَزُورُوهَا فَإِنَّهَا تُذَكِّرُ الآخِرَةَ
Artinya: “Sungguh dahulu aku melarang kalian untuk berziarah kubur. (Kini) telah diijinkan bagi Muhammad untuk berziarah ke kubur ibunya. Maka berziarah kuburlah kalian, karena sesungguhnya ziarah kubur dapat mengingatkan akan akhirat.”
Dalam riwayat Imam Muslim Rasul menuturkan:
فَزُورُوا الْقُبُورَ فَإِنَّهَا تُذَكِّرُ الْمَوْتَ