TITIKTEMU.CO SEMARANG – Masih dalam suasana pandemi, Universitas Negeri Semarang, Selasa (14/12) kembali menggelar kegiatan wisuda.
Seperti kegiatan pelepasan lulusan sebelumnya, kegiatan wisuda ke-109 Universitas Negeri Semarang diselenggarakan bauran metode luring terbatas dan daring.
Baca Juga: PTN Dilarang Angkat Dosen Tetap Non-PNS alias Dosen Honorer!
Baca Juga: Tambah 15 Prodi Terakreditasi Internasional, Undip Kukuhkan Diri Jadi World Class University
Di depan wisudawan yang hadir terbatas, dan mereka yang mengikuti prosesi secara daring, Rektor Universitas Negeri Semarang Prof Dr Fathur Rokhman MHum mengatakan kemampuan kolaborasi sangat penting dimiliki oleh mahasiswa pada saat ini.
“Kemampuan kolaborasi sangat penting bukan saja karena manusia adalah makhluk sosial, tetapi juga karena manusia menemukan makna hidupnya melalui sesamanya. Gagasan-gagasan besar hanya mungkin membuahkan hasil baik jika dikerjakan bersama melalui kolaborasi,” jelas Prof Fathur seperti rilis tertulis yang diterima TITITKTEMU.CO.
Prof Fathur menjelaskan pentingnya kolaborasi sebagai kunci dalam mengarungi kehidupan kolektif, baik kehidupan professional, kehidupan bermasyarakat, maupun kehidupan kolektif sebagai bangsa.
“Itulah kenapa Mendikbudrisetk Nadiem Anwar Makarim menasihati kita semua: tidak ada inovasi tanpa kolaborasi,” tuturnya.
Lanjut Prof Fathur, Ada tiga alasan yang membuat kolaborasi menjadi kompetensi yang sangat penting dewasa ini.
Pertama, dengan kolaborasi kita berarti menyadari keterbatasan dan kekurangan kita sendiri lalu menemukan keunggulan pada orang lain untuk melengkapinya.
Kedua, kolaborasi menjadi penting karena sumber daya yang dimiliki dunia terbatas. Alasan ketiga adalah, kolaborasi memungkinkan gagasan-gagasan baru yang visioner tercipta.
“Karena itulah, sekali lagi saya mengingatkan, teruslah belajar berkolaborasi,” jelasnya.