Tim ini dibimbing oleh dosen dan alumni dari berbagai bidang sebagai representasi multidisiplin ilmu. Sebagai pembimbing utama atau primary principal investigator yakni Dr. Yekti Asih Purwestri dari Fakultas Biologi.
Baca Juga: Menengok Keris Kiai Kanjeng Nogo Siluman, Milik Pangeran Diponegoro di Musium Keris Solo.
Tim iGEM UGM juga dibimbing oleh dosen serta alumni dari berbagai fakultas, yakni Matin Nuhamunada, M.Sc., Aries Bagus Sasongko, S.Si., M.Biotech., Lisna Hidayati, S.Si., M. Biotech., Ahmad Ardi, S.Si. (Fakultas Biologi).
Ada juga Muhammad Saifur Rohman, S.P., M.Si., M.Eng, Ph.D., Widhi Dyah Sawitri, S.Si., M.Agr., Ph.D., Prof. Ir. Irfan Dwidya Prijambada, M.Eng., Ph.D. (Fakultas Pertanian); R. Afif Pranaya Jati, S.P., M.Sc., Imam Bagus Nugroho, M.Sc. (PAU Bioteknologi); serta Himawan Tri Bayu Murti Petrus, ST., M.E., D.Eng. dan Ir. Agus Prasetya, M.Eng.Sc., Ph.D. (Fakultas Teknik).
Baca Juga: 7 Alat yang Wajib Dimiliki Voice Over Talent
“Prestasi yang diperoleh merupakan buah dari kerja keras tim yang melibatkan mahasiswa dan dosen pembimbing dari beberapa fakultas di lingkungan UGM.” kata Yekti Asih.
Yekti menambahkan, bahwa ini menunjukkan semangat kolaborasi dari berbagai disiplin ilmu yang ada di UGM.
Kolaborasi ini merupakan kekuatan yang harus dikembangkan di masa mendatang dan menegaskan bahwa ilmu tidak dapat berdiri sendiri.
Baca Juga: KALA MARICA oleh Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku
"Harapan ke depan semoga capaian ini akan lebih menyemangati kita untuk berkolaborasi antar disiplin ilmu dan memanfaatkan keberagaman ilmu di UGM untuk mengembangan biologi sintetik dalam membantu menjawab berbagai permasalahan bangsa,” terangnya.***