PPKM Jogja Level 2, Epidemiolog UGM Ingatkan Tanggung Jawab Masyarakat

photo author
Heppy Purnomo, TitikTemu.co
- Rabu, 20 Oktober 2021 | 08:25 WIB
Ilustrasi tempat wisata di DI Yogyakarta (pixabay)
Ilustrasi tempat wisata di DI Yogyakarta (pixabay)

TITIKTEMU.CO, YOGYAKARTA Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) seluruh Kabupaten dan Kota di Daerah Istimewa Yogyakarta, kini turun menjadi level 2.

Hal itu mengacu pada Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) No. 53 tahun 2021 yang mengatur penyesuaian PPKM di seluruh Kabupaten/Kota DIY menjadi level 2.

Dengan PPKM level 2, maka tempat wisata sudah diperbolehkan buka, dengan syarat yang harus dipenuhi. Tempat wisata boleh buka dengan syarat, maksimal kapasitas 25 persen.

Baca Juga: Barca di Ujung Tanduk, Harus Menang Melawan Dynamo Kiev

Meski sudah semakin longgar, namun Epidemiolog UGM, Bayu Satria, mengingatkan agar masyarakat tetap waspada dan berdisiplin, dalam menerapkan protokol kesehatan karena ancaman penularan virus belum benar-benar hilang.

Situasi yang relatif kondusif untuk beraktivitas di luar, bisa dinikmati untuk seterusnya hanya bila masyarakat menjalankan peran masing-masing dalam penanganan Covid-19.

“Masyarakat perlu diberi pemahaman dan edukasi bahwa kondisi seperti sekarang ini, merupakan tanggung jawab semuanya. Kalau ingin seperti ini terus, bisa keluar rumah dengan tetap pakai masker, ya mau divaksinasi, disiplin pakai masker, mau diperiksa jika jadi kontak erat,” jelasnya.

Baca Juga: Solo Siapkan Hiburan Akhir Tahun, Bisa Ditonton Langsung Lho!

Menurut Bayu, kondisi pandemi di DIY saat ini, memang terlihat jauh lebih baik jika dibandingkan dengan periode sebelumnya. Ini terlihat dari jumlah kasus yang dirawat di rumah sakit serta angka kematian harian.

Tak hanya itu, kini juga tidak ada lagi pemberitaan bahwa rumah sakit kekurangan tempat tidur, pemakaman antre dan berita lain yang secara tidak langsung menggambarkan tingginya angka kasus dan kematian.

Masyarakat harus tetap disiplin menjalankan 5M dan mau divaksin. Jika tidak patuh dengan protokol kesehatan, risikonya dapat kembali terjadi peningkatan kasus, meski tidak setinggi sebelumnya.

“Jika masyarakat tak mau mematuhi itu semua, ya jadi risiko mereka juga, kalau sampai DIY kembali naik level, risikonya dan banyak yang ditutup lagi,” kata Bayu.

Baca Juga: Seduhan Kopi Kombucha Paling Aduhai, Awas Ketagihan!

Bayu mengingatkan adanya kemungkinan terjadinya gelombang peningkatan kasus Covid-19 gelombang ketiga di Indonesia, terutama menjelang libur panjang akhir tahun.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Sumber: ugm.ac.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X