Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir, Amankah? UGM Menjawab Tantangan Ini

photo author
Teje Ponye, TitikTemu.co
- Senin, 18 Oktober 2021 | 19:10 WIB
Prof. Panut Mulyono Rektor UGM dan Bob Sulaiman, Chief Operating Officer PT ThorCon Power  Indonesia di Balairung UGM. (ugm.ac.id - firsto)
Prof. Panut Mulyono Rektor UGM dan Bob Sulaiman, Chief Operating Officer PT ThorCon Power Indonesia di Balairung UGM. (ugm.ac.id - firsto)
TITIKTEMU.CO, YOGYAKARTA - Universitas Gadjah Mada (UGM) merupakan satu-satunya perguruan tinggi di Indonesia yang memiliki program studi teknik nuklir. Lebih dari 40 tahun UGM mempunyai program studi ini.
 
Menurut Rektor UGM Prof.Ir. Panut Mulyono M.Eng., D.Eng., IPU, ASEAN.Eng., banyak orang masih memiliki pandangan negatif terhadap Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). 
 
Selain itu terdapat kekawatiran dari para pengusaha di bidang terkait bahwa PLTN akan menggantikan bahan bakar diesel, batu bara dan lainnya.
 
Tidak bisa dipungkiri bahwa kecelakaan nuklir yang terjadi di Fukushima 2011 di Jepang, Chernobyl 1986 di Ukraina, dan Three Mile Island 1979 di Pennsylvania adalah kecelakaan akibat reaktor nuklir. 
 
Begitu juga kekawatiran tentang masalah limbah nuklir dan penyalahgunaan limbah nuklir. Ancaman kecelakaan amat tinggi, baik karena human error, maupun bencana.
 
Juga dampak jika reaktor bocor, pengelolaan limbah yang lama, dan besarnya pembiayaan untuk operasional.
 
"Dengan pertumbuhan perekonomian yang semakin maju, kebutuhan energi semakin masif dan kita tidak bisa mencukupinya dengan sumber-sumber fosil yang kita miliki baik secara kualitas maupun kuantitas," terang Rektor tentang pentingnya energi nuklir yang dilansir di laman UGM, 16/10/2021.
 
Atas pentingnya perkara ini, UGM menjalin kerjasama dengan PT ThorCon Power Indonesia, di bidang pendidikan, penelitian, serta pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pembangkit listrik tenaga nuklir berbasis thorium.
 
Di samping mengembangkan kajian terkait penerapan energi nuklir, menurut Rektor UGM, kedua institusi bisa memberikan edukasi kepada masyarakat akan keamanan teknologi ini, serta dampak positif, termasuk dalam aspek keberlanjutan lingkungan selain dapat mencukupi kebutuhan industri.
 
Adanya dukungan elemen masyarakat maka kegiatan pemanfaatan tenaga nuklir di Indonesia nantinya dapat memenuhi aspek keselamatan, keamanan, dan kedamaian.
 
Tenaga nuklir telah digunakan berbagai negara di dunia sebagai komplemen penting yang dapat diandalkan untuk melayani keperluan yang berkaitan dalam penyediaan energi. 
 
PLTN di Indonesia sudah menjadi wacana puluhan tahun yang lalu. sudah menjadi keniscayaan untuk memenuhi kebutuhan energi di masyarakat.***
 
  

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Sumber: ugm.ac.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X