Oleh karena itu, salah satu amalan sunnah yang bisa dilakukan di bulan Syaban adalah melaksanakan puasa.
Hal ini didasarkan hadits Rasulullah saw diriwayatkan dari Sayyidah ‘Aisyah:
فَمَا رَاَيْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم اِسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ اِلَّا رَمَضَانَ وَمَارَاَيْتُهُ اَكْثَرَ صِيَامُا مِنْهُ فِيْ شَعْبَانَ رواه البخاري
Artinya: “Saya tidak pernah melihat Rasulullah melaksanakan ibadah puasa sebulan penuh kecuali di bulan Ramadhan, dan tidak pernah melihat Rasulullah memperbanyak puasa dalam satu bulan selain bulan Syaban” (HR. Bukhari).
Dengan menjalankan puasa sunnah di bulan Syaban, maka telah melatih diri untuk menjalankan puasa wajib Ramadhan selama sebulan penuh.
Baca Juga: Liverpool 2-0 Wolves: The Reds makin dekat zona Liga Champions berkat Salah dan Virgil Van Dijk
Baca Juga: Undian perempat final Piala FA: Manchester United bertemu Fulham, Manchester City lawan Burnley
Agar tidak kaget memasuki bulan Ramadhan, Rasulullah SAW telah memberi contoh untuk melakukan latihan-latihan di bulan Syaban berupa peningkatan kuantitas berpuasa.
2. Bulan diangkatnya amal shaleh langsung ke hadapan Allah SWT.
Dijelaskan suatu ketika seorang sahabat Rasulullah bernama oleh Usamah bin Zaid ra. Bertanya kepada Rasulullah SAW, ‘Ya Rasulullah, seringkali aku melihatmu berpuasa sunnah di bulan Syaban melebihi bulan-bulan lainnya.”
Baca Juga: Kalender wisata Ponorogo sudah dirilis. Alun-Alun Ponorogo dan pasebannya jadi pilihan venue menarik
Kemudian Rasulullah menyebut bahwa pada bulan ini, amal ibadah manusia akan diangkat oleh Allah SWT sehingga Nabi ingin saat amal itu diangkat, beliau masih dalam keadaan berpuasa.
Hal ini disebutkan dalam hadits riwayat Nasai:
ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ
Artinya: “Itulah bulan yang manusia lalai darinya. Bulan yang berada di antara bulan Rajab dan Ramadhan, yaitu bulan yang disana berisikan berbagai amal, perbuatan diangkat kepada Rabb semesta alam, aku senang amalku diangkat ketika aku sedang berpuasa.” (HR Nasai).
Baca Juga: Kalender wisata Ponorogo sudah dirilis. Alun-Alun Ponorogo dan pasebannya jadi pilihan venue menarik
3. Syaban adalah bulan diturunkannya ayat perintah untuk bersholawat kepada Rasulullah nabi Muhammad SAW.
Hal ini tentu menjadikan bulan Syaban sebagai bulan yang mulia karena pada bulan inilah diturunkan sebuah ayat yang memerintahkan kita untuk bershalawat kepada Nabi.
Bukan hanya kita saja sebagai manusia biasa, Allah dan Malaikat-Nya pun dalam ayat ini disebutkan ikut bershalawat kepada Nabi.
Ayat ini tertulis dalam Al-Qur’an Surat Al-Ahzab ayat 56 yang sudah sangat masyhur yakni:
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
Artinya: “Sungguh Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, shalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”