pendidikan

Usia Baru 27 Tahun, Yesita Sudah Jadi Doktor UGM dengan IPK 3,99: Rahasianya Bukan Cuma Pintar

Jumat, 31 Juli 2026 | 09:54 WIB
Yesita lulus S3 UGM usia 27 tahun dengan IPK 3,99. (UGM.ac.id)

 

TITIKTEMU.CO-Usia 27 tahun biasanya masih sibuk mencari arah karier, tetapi Yesita Vera Saraswati sudah punya gelar doktor di belakang namanya. Bukan sekadar lulus cepat, ia menuntaskan S3 UGM dengan IPK 3,99 setelah meneliti sesuatu yang mungkin terdengar sederhana, tetapi ternyata rumit: genetik ayam lokal Indonesia.

Yesita, yang akrab disapa Sita, meraih gelar Doktor Ilmu Peternakan pada usia 27 tahun 10 bulan 8 hari. Ia menyelesaikan studi dalam 3 tahun 9 bulan 10 hari dan mendapat predikat cumlaude.

Prestasi tersebut membuatnya tercatat sebagai lulusan termuda program pascasarjana UGM pada wisuda 23 Juli 2026. Sebagai pembanding, rata-rata usia 90 lulusan doktor dalam wisuda tersebut, ditambah 19 lulusan dari periode sebelumnya, berada di angka 42 tahun 6 bulan 16 hari.

Baca Juga: Kisah Inspiratif: Anak Tukang Tambal Ban Jadi Lulusan Terbaik IPB dengan IPK 3,87

Bukan Sekadar Mengejar Gelar

Ada satu hal yang membuat perjalanan Yesita terasa berbeda. Ia tidak menyelesaikan S3 UGM dengan jalur biasa, melainkan mengikuti program Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU).

Program tersebut membuat perjalanan akademiknya lebih singkat. Namun, cepat bukan berarti ringan. Yesita mengaku proses studinya menguras banyak energi, emosi, dan tenaga.

“Rasanya luar biasa. Ada perasaan lega ketika segala sesuatu yang dulunya terasa sangat berat akhirnya terbayar setelah lulus,” tuturnya.

Baca Juga: Dari SMSR Yogyakarta ke ITB: Kisah Inspiratif Mikail Fajar Dwicaksono Lolos SNBP 2026 Lewat Karya Seni

Di balik angka IPK 3,99, ada penelitian yang membutuhkan kesabaran panjang. Disertasinya berjudul “Studi Karakteristik Eksterior dan Genetik Ayam Lokal dan Persilangannya”.

Memburu Potensi Ayam Lokal

Penelitian Yesita berfokus pada pembentukan ayam lokal galur baru. Bersama tim, ia berusaha menggali potensi genetik ayam lokal Indonesia agar kualitasnya bisa ditingkatkan dan pemanfaatannya semakin luas.

Prosesnya jelas tidak bisa dikebut seperti mengerjakan tugas kuliah. Ayam harus dikawinkan dan disilangkan, kemudian dipelihara hingga sekitar usia 32 minggu sebelum kembali masuk proses perkawinan untuk menghasilkan generasi berikutnya.

Halaman:

Tags

Terkini