Dari Korban PHK ke Raja Keripik! Kisah Inspiratif Alumnus UGM Bangun MAMOKA dari Nol

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Selasa, 17 Februari 2026 | 19:15 WIB
Kisah inspiratif Description (100 karakter): Kisah Anselmus, korban PHK yang sukses bangun bisnis (ugm.ac.id)
Kisah inspiratif Description (100 karakter): Kisah Anselmus, korban PHK yang sukses bangun bisnis (ugm.ac.id)

TITIKTEMU.CO - Di tengah hantaman pandemi Covid-19 yang membuatnya kehilangan pekerjaan sekaligus sang ibu, Anselmus Wau, alumni UGM asal Nias, bangkit dari keterpurukan.

Dia merintis usaha keripik singkong dari skala kecil di Yogyakarta, memanfaatkan keberanian, kreativitas rasa pedas-gurih, strategi digital, serta inovasi.

Hingga akhirnya dia berhasil melahirkan MAMOKA Group yang kini berkembang menjadi UMKM kuliner dengan jaringan penjualan daring dan offline yang menjanjikan.

Baca Juga: Ubah Kesulitan Menjadi Peluang, UMKM Bumbu Kemasan Ini Diberdayakan BRI dari Usaha Rumahan

Titik Balik yang Mengubah Hidup

Awal 2020 menjadi fase paling berat dalam hidup Anselmus. Ia terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat dampak pandemi. Belum sempat pulih dari situasi tersebut, ia harus menerima kenyataan kehilangan ibunya di waktu hampir bersamaan.

Dalam kondisi tertekan, Anselmus memilih untuk tidak menyerah. Ia sadar pesangon yang diterima hanya cukup untuk kebutuhan jangka pendek, sementara tanggung jawab sebagai tulang punggung keluarga menuntut solusi jangka panjang.

Dengan modal tekad dan hobi memasak, ia memutuskan membangun usaha pangan dari nol.

Baca Juga: Niat Mandi Sebelum Puasa Ramadhan 2026 Lengkap Arab, Latin dan Artinya

Memulai dari Keripik Singkong

Produk pertama yang dipilih adalah keripik singkong. Keputusan ini bukan tanpa alasan.

Ia melihat peluang pada segmentasi rasa gurih dan pedas yang dinilai masih memiliki ruang di pasar, berbeda dengan produk manis yang sudah banyak pesaing.

Menariknya, pesangon yang diterima tidak langsung dijadikan modal produksi, melainkan untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Produksi awal dilakukan sederhana dan bertahap.

Pada masa-masa awal, penjualan MAMOKA mampu mencapai 500–1.000 kemasan per bulan melalui sistem konsinyasi di jaringan pertemanan Jabodetabek.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Sumber: ugm.ac.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X