pendidikan

Anak Telat Bicara: Kapan Harus Panik dan Kapan Harus Santai?

Senin, 29 Juni 2026 | 22:24 WIB
Ilustrasi Anak Telat Bicara: Kapan Harus Panik dan Kapan Harus Santai? "Anak saya sudah umur dua tahun, tapi belum bisa ngomong. Normal nggak ya?" Pertanyaan ini mungkin termasuk salah satu kekhawatiran paling umum yang dialami orang tua. Saat melihat anak seusianya sudah bisa menyebut banyak kata (Desain AI)

Kapan Orang Tua Harus Waspada?

Meski tidak perlu panik, ada beberapa tanda yang sebaiknya tidak diabaikan.

Segera konsultasikan jika anak:

  • Tidak mengoceh sama sekali pada usia 12 bulan
  • Tidak mengucapkan kata bermakna pada usia 18 bulan
  • Belum bisa menggabungkan dua kata pada usia 2 tahun
  • Tidak merespons saat dipanggil
  • Jarang melakukan kontak mata
  • Kehilangan kemampuan bicara yang sebelumnya sudah dimiliki

Kondisi tersebut bisa berkaitan dengan gangguan pendengaran, gangguan bahasa, atau masalah perkembangan lain yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Baca Juga: Hakim MK Sampai Angkat Bicara: Kenapa Mahasiswa Diingatkan Jangan Asal Gugat ke Mahkamah Konstitusi?

Apa yang Bisa Dilakukan di Rumah?

Kabar baiknya, stimulasi sederhana sehari-hari dapat membantu perkembangan bahasa anak.

Beberapa cara yang direkomendasikan dokter anak dan terapis wicara antara lain:

Perbanyak Mengajak Bicara

Jelaskan aktivitas sehari-hari yang sedang dilakukan. Misalnya, saat mandi, makan, atau berjalan-jalan.

Bacakan Buku Setiap Hari

Penelitian menunjukkan membaca bersama anak sejak dini membantu memperkaya kosakata dan kemampuan berkomunikasi.

Baca Juga: Rp 30 Juta Habis untuk Baris-Berbaris? Usulan Penghapusan Latsarmil Kopdes Buka Perdebatan Baru

Kurangi Screen Time

Paparan layar yang berlebihan dapat mengurangi interaksi dua arah yang sangat penting untuk perkembangan bahasa.

Beri Kesempatan Anak Merespons

Jangan langsung menebak semua keinginannya. Beri jeda agar anak mencoba menyampaikan kebutuhannya.

Yang Terpenting: Jangan Membandingkan Anak

Salah satu sumber kecemasan terbesar orang tua adalah membandingkan anak dengan teman sebayanya. Padahal perkembangan setiap anak unik.

Jika anak masih menunjukkan minat berinteraksi, memahami komunikasi, dan terus mengalami kemajuan, sering kali tidak ada alasan untuk langsung panik. Namun jika muncul tanda-tanda keterlambatan yang jelas atau insting orang tua merasa ada sesuatu yang tidak biasa, konsultasi ke dokter anak atau terapis wicara adalah langkah terbaik.

Ingat, tujuan utama bukan mencari label masalah, melainkan memastikan anak mendapatkan dukungan yang sesuai pada waktu yang tepat.***

Halaman:

Tags

Terkini