Ibu tersenyum terus.
Padahal kenyataannya jauh lebih berantakan.
Ada orang tua yang mengasuh sambil menahan cemas soal uang.
Ada yang tetap memasak walau tubuhnya hampir tumbang.
Ada yang tersenyum di depan anak meski diam-diam ingin menangis.
Karena itu, bertahan hidup hari ini memang sudah setara prestasi juara dunia.
Bangun pagi saat mental sedang berat adalah perjuangan.
Menyiapkan sarapan meski hati kosong adalah kemenangan kecil.
Memeluk anak saat diri sendiri sedang lelah juga bentuk cinta yang besar.
Sayangnya banyak orang tua lupa menghargai dirinya sendiri.
Kita terlalu sibuk mengejar standar sempurna sampai lupa bahwa anak sebenarnya tidak membutuhkan orang tua sempurna.
Anak hanya butuh seseorang yang hadir dengan tulus.
Seseorang yang mencoba lagi meski kemarin gagal.