Menurutnya, tantangan pembangunan ke depan tidak lagi bisa diselesaikan dengan satu disiplin ilmu teknik saja.
“Insinyur ke depan harus mampu mengintegrasikan berbagai bidang, seperti teknik elektro, sipil, mesin, dan disiplin teknik lainnya. Termasuk teknologi digital, kecerdasan buatan, dan sistem berbasis internet,” ujar Andy.
Dia menilai integrasi keilmuan menjadi kunci agar insinyur mampu menjawab persoalan yang semakin kompleks, mulai dari pembangunan infrastruktur, energi, transportasi, hingga industri berbasis teknologi tinggi.
UMS, kata Andy, mendorong lulusannya untuk tidak berhenti belajar dan terus memperluas wawasan lintas disiplin.
“Integrasi ilmu akan menjadi tantangan sekaligus peluang besar bagi insinyur. Mereka yang mampu beradaptasi akan menjadi motor penggerak pembangunan nasional,” tambahnya.
Insinyur dan Tanggung Jawab Publik
Sementara itu Sekretaris Jenderal Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Dr Ir Teguh Haryono, MBA, IPU, ASEAN Eng, ACPE, APEC Eng, mengingatkan bahwa profesi insinyur memiliki tanggung jawab besar terhadap keselamatan manusia dan lingkungan.
“Sumpah profesi adalah janji kehormatan. Setiap pengetahuan dan keterampilan harus ditujukan untuk kepentingan publik, menjaga keselamatan, dan melindungi lingkungan,” tegas Teguh.
Dia mengapresiasi langkah Fakultas Teknik UMS dalam menyelenggarakan pendidikan profesi keinsinyuran. Menurutnya, pendidikan profesi merupakan jembatan penting antara dunia akademik dan dunia industri.
“UMS menjadi mitra strategis PII dalam menyiapkan talenta insinyur yang siap di lapangan. Bukan hanya kuat di teori, tapi juga matang secara etika dan profesional,” ujarnya.
Baca Juga: Bagaimana Ceritanya Usia 19 Tahun Bisa Lulus S1 Kedokteran UGM? Ini Kisah Farras...
Pengalaman Lulusan dan Manfaat Jejaring
Salah satu lulusan PPI UMS Angkatan IX, Ir Tri Prandono, ST, MT yang juga menjabat sebagai Dekan Fakultas Teknik Universitas Surakarta, mengaku terkesan dengan atmosfer akademik di UMS.
Menurutnya, lingkungan belajar yang terbuka menjadi nilai lebih selama mengikuti pendidikan profesi.