pendidikan

Gelap di Balik Jas Putih: Kasus Perundungan Mahasiswa UNUD dan Luka Sunyi Dunia Pendidikan Kedokteran

Senin, 20 Oktober 2025 | 20:15 WIB
Menyoroti kasus perundungan yang dilakukan oleh oknum dokter koas terhadap mahasiswa UNUD, Timothy Anugerah. (X.com/@meta80ki)

Universitas Udayana juga bereaksi dengan membentuk Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (PPK).

Baca Juga: Rapor Satu Tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran: Janji Besar, Realita Berat, dan Rakyat yang Makin Tersisih

Satgas ini bekerja menelusuri dugaan perundungan terhadap Timothy yang sempat disebut menerima tekanan dari lingkungan kampus sebelum meninggal.

Dalam rapat bersama yang melibatkan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Dewan Mahasiswa, dan Fakultas Kedokteran, pihak kampus menyatakan percakapan yang beredar di media sosial mencerminkan sikap yang tidak manusiawi.

"Kasus ini akan diproses sesuai aturan dan kode etik mahasiswa," demikian pernyataan resmi pihak kampus.

Baca Juga: Shin Tae-yong: Haruskah Timnas Indonesia Kembali ke Pelatih yang Kenal Mental Pemain?

Pola Berulang di Dunia Kedokteran

Tragedi Timothy mengingatkan publik pada kasus Aulia Risma, dokter muda Program Spesialis Universitas Diponegoro (UNDIP), yang ditemukan meninggal di tahun 2024 diduga karena tekanan ekstrem dalam pendidikan kedokteran.

Kasus itu bahkan membuat Kementerian Kesehatan menghentikan sementara program studi Anestesi FK UNDIP di RSUP Dr. Kariadi.

Kedua kasus ini memperlihatkan pola yang sama: tekanan akademik, budaya senioritas, dan minimnya pengawasan.

Tuntutan Reformasi di Kampus

Banyak pihak kini mendesak reformasi budaya akademik di fakultas kedokteran yang dianggap terlalu keras dan cenderung menormalisasi perundungan.

Dunia pendidikan tidak seharusnya menjadi tempat tumbuh suburnya kekerasan verbal, mental, maupun sosial.

"Media sosial harus digunakan secara bijak. Profesi kesehatan itu profesi kemanusiaan, bukan pelecehan moral," tutup Sudana.

Kasus ini membuka kembali luka lama: benarkah disiplin akademik harus dibayar dengan nyawa?***

Halaman:

Tags

Terkini