TITIKTEMU.CO - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, meluncurkan program pendidikan karakter yang melibatkan siswa mengikuti pembinaan di barak milik Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Sejak 5 Mei 2025, sejumlah pelajar dari Purwakarta dan Bandung telah dikirim ke lokasi-lokasi TNI sebagai bagian dari program ini.
Tujuannya adalah membentuk kedisiplinan dan tanggung jawab melalui pendekatan ala militer.
Respons Publik Terbelah: Disiplin atau Tekanan?
Program ini mendapat tanggapan beragam.
Di satu sisi, banyak pihak menilai pendekatan tegas ala TNI dapat membentuk karakter positif.
Namun, tak sedikit pula yang menyuarakan kekhawatiran, terutama terhadap dampak psikologis pada anak dan potensi penyalahgunaan wewenang dalam proses pelatihan.
Baca Juga: Viral Rafathar Adukan Mama Gigi ke Dedi Mulyadi Gegara Malas Mandi, Dedi: Dijemput ke Barak Militer!
KPAI Soroti Ketidakkonsistenan Pelaksanaan
Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Jasra Putra, menyampaikan pandangannya terhadap pelaksanaan program ini.
Ia menekankan pentingnya kejelasan standar operasional karena saat ini pelaksanaannya masih berbeda-beda di tiap lokasi.
“Tidak ada pedoman baku yang dijadikan acuan, sehingga pelaksanaan di Purwakarta dan Bandung memiliki perbedaan signifikan,” ujarnya dalam konferensi pers virtual, Jumat, 16 Mei 2025.
Baca Juga: Petugas Imbau Kenakan Ihram Sejak dari Indonesia Untuk Jemaah Haji Gelombang Kedua