Program Siswa "Nakal" Masuk Barak TNI di Jawa Barat Disorot KPAI, Evaluasi dan Peran Orang Tua Jadi Sorotan

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Sabtu, 17 Mei 2025 | 18:00 WIB
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.  (Instagram.com/@dedimulyadi71)
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Instagram.com/@dedimulyadi71)

 

TITIKTEMU.CO - Program pendidikan karakter yang diterapkan di Jawa Barat bagi siswa yang dianggap bermasalah kembali mencuat ke publik.

Program ini melibatkan pengiriman siswa ke barak milik Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan kini menjadi bahan diskusi luas di masyarakat.

Program Pancawaluya Ala Dedi Mulyadi di Sorot KPAI

Program yang dikenal dengan nama Pendidikan Karakter Pancawaluya ini sebelumnya diterapkan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, khususnya di wilayah Purwakarta dan Bandung.

Baca Juga: Skandal Proyek Rp5 Triliun: 3 Pimpinan Kadin Cilegon Ditetapkan Tersangka oleh Polda Banten

Tujuannya adalah membentuk kedisiplinan dan perubahan perilaku bagi siswa yang terlibat kenakalan seperti tawuran atau kecanduan gawai.

Namun, pendekatan bernuansa militer ini kini mendapatkan perhatian khusus dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Baca Juga: Viral Rafathar Adukan Mama Gigi ke Dedi Mulyadi Gegara Malas Mandi, Dedi: Dijemput ke Barak Militer!

KPAI Minta Evaluasi Menyeluruh Program Barak TNI

Komisioner KPAI, Jasra Putra, menyampaikan bahwa pihaknya telah meminta Pemerintah Provinsi Jawa Barat, khususnya Dedi Mulyadi, untuk mengevaluasi secara menyeluruh desain program tersebut.

“Program Pendidikan Karakter Pancawaluya sebaiknya dijalankan satu tahap terlebih dahulu.

Selanjutnya, perlu ada evaluasi total untuk menyusun format dan standar yang sesuai dengan prinsip perlindungan anak,” ujar Jasra dalam konferensi pers virtual pada Jumat, 16 Mei 2025.

Baca Juga: Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Kunjungi Lokasi Ledakan Amunisi Garut, Janji Bantu Pendidikan Anak Korban

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi TITIKTEMU

Sumber: Siaran Pers

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X