Program Pendidikan Karakter Siswa di Barak TNI Tuai Kritik: KPAI Sebut Belum Ada Standar Baku

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Minggu, 18 Mei 2025 | 08:30 WIB
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.  (Instagram.com/@dedimulyadi71)
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Instagram.com/@dedimulyadi71)

Perbedaan Fasilitas dan Metode Mengajar Jadi Catatan

Jasra juga mengungkapkan bahwa struktur program, ketersediaan fasilitas, dan metode pelaksanaan pelajaran sekolah di barak-barak tersebut tidak seragam.

Bahkan, meskipun siswa berasal dari jenjang pendidikan dan jurusan yang berbeda, metode pengajaran tidak disesuaikan.

“Perbedaan ini terlihat dari rasio pembina dan peserta serta materi pelajaran yang diberikan,” ungkapnya.

Baca Juga: Biodata Putri Karlina, Wakil Bupati Garut yang Dilamar Anak Dedi Mulyadi di GBLA

Khawatir Berdampak ke Kualitas Program

KPAI menilai ketidakkonsistenan dalam pelaksanaan ini bisa berdampak pada keberhasilan program secara keseluruhan.

Jasra menekankan perlunya evaluasi dan penyusunan standar pelaksanaan yang menyeluruh agar program berjalan dengan efektif dan tetap memperhatikan hak-hak anak.

“Kondisi ini bisa menurunkan kualitas hasil program, karena tidak ada keseragaman dalam proses belajar dan pembinaan,” tutupnya.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi TITIKTEMU

Sumber: Siaran Pers

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X