Bunda Arsaningsih meyakini bahwa kualitas karakter anak mulai dibentuk sejak dalam kandungan. Masa kehamilan selama sembilan bulan menjadi fase penting dalam membentuk rasa aman, kasih sayang, dan kualitas emosi anak di masa depan.
“Dari seorang ibu yang bahagia akan terlahir jiwa-jiwa yang bercahaya,” ujar Bunda Arsaningsih.
Di tengah meningkatnya perhatian terhadap kesehatan mental ibu hamil, meditasi mulai dipandang sebagai salah satu pendekatan yang membantu ibu menemukan ketenangan, mengurangi kecemasan, meningkatkan rasa percaya diri menjelang persalinan, serta membangun koneksi batin yang lebih dalam dengan bayi yang dikandung.
Pendekatan holistik dalam Tata Hati dikembangkan dari metode Senam dan Meditasi Yophytta Maternal karya Bunda Arsaningsih yang telah diteliti secara ilmiah oleh Prof. Dr. Budi Santoso, dr., SpOG(K).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah mengikuti program secara rutin selama satu bulan:
• 75 persen responden mencapai tingkat kecemasan normal
• 91,67 persen responden memiliki kadar kortisol normal
Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa metode Yophytta efektif membantu menurunkan kecemasan ibu menjelang persalinan.
Baca Juga: Kontroversi Film Pesta Babi: Mengapa Dilarang di Beberapa Tempat dan Cara Menontonnya Secara Resmi
Secara medis, hormon stres atau kortisol yang tinggi pada ibu hamil diketahui dapat memengaruhi perkembangan janin, termasuk perkembangan saraf dan daya tahan tubuh anak setelah lahir.
Karena itu, meditasi dipandang sebagai pendekatan pelengkap yang membantu menciptakan kondisi emosional dan spiritual yang lebih sehat bagi ibu dan bayi.
Dukungan terhadap kegiatan ini juga datang dari Pemerintah Provinsi Bali melalui Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Dr. dr. I Nyoman Gede Anom, M.Kes.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Bali, saya mengucapkan selamat atas tercatatnya rekor MURI untuk meditasi kesehatan mental ibu hamil ini. Kegiatan ini luar biasa dan kami akan selalu mendukung kegiatan seperti ini untuk membantu mencegah kematian dini pada ibu hamil,” ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan oleh Ketua IBI Provinsi Bali, Dr. Ni Nyoman Budiani, SST, M.Biomed, yang menyebut kegiatan ini menjadi momentum positif dalam peringatan HUT IBI ke-75 karena berhasil melibatkan lebih dari 1.000 ibu hamil secara hybrid untuk bersama-sama mempersiapkan kehamilan dan persalinan melalui meditasi kesehatan mental.
Artikel Terkait
Hasil TKA SD 2026 Kapan Keluar? Intip Bocoran Tanggal Pengumuman dan Cara Cek Nilai Kemendikdasmen!
Kapan WBSA keluar FCA? Cek syarat keluar pemantauan khusus BEI 2026 usai suspensi lonjakan harga signifikan
Gaji Panitera Muda Mahkamah Agung 2026 Berapa ? Tunjangan Kinerja Panitera Muda Mahkamah Agung
Jadwal Libur Nasional & Cuti Bersama Kenaikan Yesus Kristus 2026: Strategi Maksimal Libur 4 Hari di Bulan Mei
Kesempatan Berkarier di KAI Properti 2026: Lowongan Penjaga Pintu Perlintasan Kereta Api untuk Lulusan SMA
HP 1 Jutaan Rasa Flagship! Ini Update Harga Tecno Spark 50 RAM 4, 6, 8 GB Mei 2026 Terbaru
Jadwal Verifikasi Penerima Bantuan Digitalisasi Pembelajaran 2026 dan Validasi Data Penerima Terbaru
Bocoran Kisi-kisi Tes KDKMP 2026 untuk Bergabung di Koperasi Merah Putih
Bangsa yang Kuat Lahir Dari Ibu yang Tenang: Tata Hati Hadir Siapkan Generasi Emas 2045 Sejak dalam Kandungan