“Itu momen yang paling berkesan. Baru awal kuliah sudah bisa lihat langsung bagaimana ruang operasi bekerja,” ceritanya.
Pengalaman tersebut semakin menguatkan tekadnya untuk menjadi dokter profesional di masa depan.
Menjadi Inspirasi bagi Mahasiswa Lain
Di balik pencapaiannya yang luar biasa, Farras mengakui bahwa proses yang dijalani tidak selalu mudah. Ada masa-masa ketika dia merasa lelah dan hampir menyerah, terutama ketika tuntutan akademik terasa begitu berat.
Untungnya dia percaya bahwa setiap orang memiliki jalur dan waktu masing-masing untuk meraih keberhasilan. Farras berharap kisahnya dapat memberi motivasi bagi pelajar maupun mahasiswa lain.
“Semua orang punya timeline-nya sendiri. Yang penting tetap konsisten dan lakukan yang terbaik,” pesannya.***
Artikel Terkait
Raih Gelar Doktor Tercepat, Dewi Agustiningsih Catat Sejarah di UGM di Usia 26 Tahun
Cahya Danu Rahman, Lulusan STIS dan Penerima Beasiswa LPDP yang Raih Predikat Wisudawan Terbaik UGM
Kisah Inspiratif: Fatimah Azzahra, Anak Yatim Piatu Lolos FKH UGM Beasiswa 100%
Kayla, Lulusan Tercepat UGM yang Tetap Aktif Berorganisasi: Antara Target, Dukungan, dan Perjalanan Hidup
Lulus Doktor di UGM Hanya 2 Tahun 10 Bulan: Kisah Inspiratif Roro dan Filosofi Belajarnya
Dari Jogja ke Swedia: Kisah Inspiratif Andhika, Alumni UGM yang Mengejar Mimpi hingga Menjadi Peneliti di Chalmers University