Raih Gelar Doktor Tercepat, Dewi Agustiningsih Catat Sejarah di UGM di Usia 26 Tahun

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Sabtu, 26 April 2025 | 19:45 WIB
Lulus grlae doktor hanya 2 tahun 6 bulan Dewi Agustiningsih raih gelar doktor di usia 26 tahun (ugm.ac.id)
Lulus grlae doktor hanya 2 tahun 6 bulan Dewi Agustiningsih raih gelar doktor di usia 26 tahun (ugm.ac.id)

TITIKTEMU.CO - Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali mencatat prestasi membanggakan dalam wisuda pascasarjana yang digelar pada Rabu, 23 April 2025. Dari total 1.455 wisudawan, terdapat sosok yang mencuri perhatian publik: Dr. Dewi Agustiningsih, S.Si., lulusan Program Studi Kimia, FMIPA UGM.

Di usia yang masih sangat muda, 26 tahun 6 bulan, Dewi berhasil menyelesaikan pendidikan doktoral hanya dalam kurun waktu 2 tahun 6 bulan 13 hari.

Ini merupakan pencapaian luar biasa, mengingat rata-rata masa studi program doktoral di UGM biasanya mencapai lebih dari 4 tahun.

Tak hanya masih muda, Dewi juga menjadi lulusan doktor tercepat di periode ini.

Baca Juga: Kisah Inspiratif dr. Dara Ayu Panjaitan: Alumni MAN Asahan Menggapai Cita-cita Menjadi Dokter lewat Perjalanan Panjang

Perjalanan Akademik dari Bidikmisi Hingga Doktoral

Perjalanan Dewi tidak lepas dari perjuangan dan semangat pantang menyerah.

Ia memulai kuliahnya di UGM pada tahun 2016 sebagai mahasiswa S1 Kimia dengan beasiswa Bidikmisi. Setelah lulus sarjana di tahun 2020, Dewi melanjutkan ke jenjang magister dan doktoral melalui program beasiswa PMDSU (Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul).

“Awalnya saya tidak pernah menyangka akan bisa mencapai gelar doktor. Namun setelah menyelesaikan S1, saya diberi kesempatan untuk mengikuti program PMDSU dan bersyukur bisa diterima,” kata Dewi saat diwawancarai di kampus UGM.

Baca Juga: Dari Olimpiade Matematika ke Wisuda dengan IPK Sempurna: Kisah Inspiratif Orlando Ferrari di UGM

Tantangan Ekonomi dan Kemandirian Sejak Dini

Salah satu tantangan terbesar dalam perjalanan pendidikannya adalah kondisi ekonomi.

Saat menjalani kuliah S1, Dewi hanya menerima uang saku sebesar Rp600 ribu per bulan yang harus mencukupi untuk kebutuhan tempat tinggal, makan, dan kuliah.

Namun keterbatasan itu tidak membuatnya menyerah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi TITIKTEMU

Sumber: ugm.ac.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X