“Kekerasan, baik di dalam maupun luar sekolah, tidak bisa ditoleransi,” kata Benyamin.
Tragedi ini kembali menjadi alarm keras bagi dunia pendidikan Indonesia—bahwa bullying bukan sekadar masalah kecil yang bisa diselesaikan dengan teguran.
Perundungan dapat merenggut nyawa dan masa depan seorang anak.
Kasus MH menunjukkan perlunya pengawasan lebih ketat, keterlibatan sekolah yang lebih serius, serta keberanian semua pihak untuk bertindak cepat sebelum terlambat.
Semoga kejadian ini menjadi pelajaran mendalam agar tidak ada lagi MH berikutnya.***
Artikel Terkait
UMi BRI Hadir Perkuat Ekonomi Kerakyatan, Salurkan Pembiayaan Rp632 T kepada 34,5 Juta Debitur
Operasi Zebra 2025 Resmi Dimulai: Ini 8 Pelanggaran yang Jadi Target Utama Lengkap Besaran Dendanya
Pemulihan Psikis Siswa SMAN 72 Jakarta Berlanjut: Banyak yang Belum Siap Kembali ke Sekolah
Ranking FIFA Indonesia November 2025 Turun ke Posisi 123, Thailand dan Malaysia Melesat
Update Harga BBM Non-Subsidi Pertamina 17 November 2025: Pertamina Dex dan Dexlite Naik di Seluruh Kalimantan
Wacana Redenominasi Rupiah Kembali Mengemuka: Pengamat Soroti Dampak Psikologis, BI Tegaskan Nilai Tetap
Saut Situmorang Soroti Hilangnya Nilai di KPK: Ungkit Inkonsistensi hingga Turunnya Penegakan Korupsi
Diskon 50% Tambah Daya Listrik PLN Tersedia 10–23 November 2025 Lewat PLN Mobile. Cek Syarat dan Cara Klaimnya di Sini
Cara Memainkan Game Netflix Favorit Tanpa Konsol Tambahan di TV dengan Mudah Tanpa Ribet
GRATIS! DOWNLOAD Red Dead Redemption Versi Netflix: Cara Unduh dan Keunggulan Game Legendaris di Smartphone