Saut Situmorang Soroti Hilangnya Nilai di KPK: Ungkit Inkonsistensi hingga Turunnya Penegakan Korupsi

photo author
Achmad Zainur Roziqin, TitikTemu.co
- Senin, 17 November 2025 | 12:23 WIB
Mantan pimpinan KPK, Saut Situmorang, soroti kinerja KPK saat ini. (kpk.go.id)
Mantan pimpinan KPK, Saut Situmorang, soroti kinerja KPK saat ini. (kpk.go.id)

TITIKTEMU.CO — Mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang kembali melontarkan kritik tajam terhadap lembaga antirasuah tersebut. Ia menilai KPK kini telah kehilangan nilai-nilai dasar yang dulu menjadi fondasi dalam menjalankan tugas pemberantasan korupsi.

Menurut Saut, meskipun belakangan KPK cukup aktif melakukan operasi tangkap tangan (OTT), langkah tersebut belum cukup menggambarkan pemulihan integritas lembaga.

Saut: Sejumlah Nilai Dasar KPK Kini Dipertanyakan

Dalam podcast PHD 4K yang tayang di YouTube Forum Keadilan TV pada 17 November 2025, Saut mengatakan saat bergabung di KPK, seluruh pegawai diikat dengan sembilan nilai, seperti kejujuran, kepedulian, kemandirian, keberanian, kedisiplinan, tanggung jawab, kesederhanaan, serta keadilan.

Baca Juga: Wacana Redenominasi Rupiah Kembali Mengemuka: Pengamat Soroti Dampak Psikologis, BI Tegaskan Nilai Tetap

Namun kini ia menilai beberapa nilai tersebut tidak lagi terlihat.

Saut menyoroti contoh inkonsistensi KPK dalam memberikan pernyataan soal penyelidikan proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh. Ia menilai perbedaan pernyataan publik menunjukkan hilangnya ketegasan.

Bandingkan KPK Dulu dan Sekarang

Saut mengingat masa ketika dirinya hampir mendapatkan sanksi berat hanya karena kesalahan berbicara di media. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan betapa ketatnya pengawasan internal KPK di era sebelumnya.

Ia kemudian mempertanyakan apakah nilai-nilai seperti kejujuran, kepedulian, serta kemandirian masih benar-benar dipertahankan oleh lembaga tersebut.

KPK Dinilai Perlu Terus Dikritik

Saut yang juga pernah menjadi Staf Ahli BIN mengatakan KPK justru perlu mendapatkan tekanan dari masyarakat ataupun lembaga pengawas seperti Indonesia Corruption Watch (ICW).

Ia menilai kritik adalah bentuk kontrol penting.
Saut mencontohkan kasus Blok Medan yang menurutnya dilaporkan publik tetapi tidak ditindaklanjuti.

Baca Juga: Update Harga BBM Non-Subsidi Pertamina 17 November 2025: Pertamina Dex dan Dexlite Naik di Seluruh Kalimantan

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Achmad Zainur Roziqin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X