Bagi Leonardo, petani tidak boleh tertinggal oleh zaman.
Tantangan Nyata: Distribusi dan Regenerasi
Walau produksi meningkat, masalah rantai pasok tetap menjadi tantangan.
Ketergantungan pada tengkulak membuat harga jual di tingkat petani masih belum optimal.
Regenerasi juga menjadi kekhawatiran. Banyak anak muda desa enggan bertani dan memilih kerja di kota.
Ironisnya, mereka masih bergantung pada kiriman hasil kebun dari orang tua.
Leonardo berharap kisahnya bisa jadi inspirasi agar lebih banyak anak muda kembali ke desa dan menekuni pertanian dengan cara yang baru dan berdampak.
Agroforestri: Lebih dari Sekadar Bertani
Bagi Leonardo, agroforestri adalah cara hidup yang selaras dengan alam. Ia percaya jika alam dirawat dengan benar, maka hasil yang diberikan akan melampaui ekspektasi.
Di bawah naungan Gunung Tanggang yang megah, Leonardo tidak hanya menanam pohon—ia sedang menumbuhkan masa depan: untuk desanya, generasinya, dan bumi yang lebih hijau.***
Artikel Terkait
Belajar Tanpa Batas: Kisah Inspiratif Guru Besar IPB yang Kembali Menjadi Mahasiswa S1
Kisah Inspiratif Mantri BRI: Upaya Tak Kenal Lelah BRI Berdayakan Kelompok Usaha Tanah Miring Merauke
Kisah Inspiratif Marlina Yunita: Dari Kampus UNDIP ke Karier Cemerlang di Perusahaan Multinasional Korea Selatan
Kisah Inspiratif: Lulus S2 UGM dengan IPK Sempurna dan Waktu Singkat
Kisah Inspiratif dr. Annisa Himmatul A.: Anak Buruh yang Raih IPK 3.96 di FK UNDIP
Kisah Inspiratif Dika Sukses Terapkan Tagar #KaburAjaDulu dapat Beasiswa ke Luar Negeri: Pergi untuk Kembali, Membangun Indonesia dari Desa
Kisah Inspiratif Pernah #KaburajaduluJanu Muhammad: Dari Beasiswa LPDP ke Inggris hingga Menjadi Pengusaha Sayur di Sleman
Dari Olimpiade Matematika ke Wisuda dengan IPK Sempurna: Kisah Inspiratif Orlando Ferrari di UGM
Anak Pedagang Nasi Goreng Asal Pandeglang Diterima di Harvard: Kisah Inspiratif Muhamad Yani
Kisah Inspiratif dr. Dara Ayu Panjaitan: Alumni MAN Asahan Menggapai Cita-cita Menjadi Dokter lewat Perjalanan Panjang