Kisah Inspiratif Muamar Leonardo, Lulusan Pascasarjana yang Kembali ke Desa dan Menata Harapan Lewat Agroforestri

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Kamis, 19 Juni 2025 | 17:45 WIB
Kisah inspiratif Muamar Leonardo, lulusan UGM yang memilih pulang kampung dan mengembangkan agroforestri (Facebook/@supardin_waly)
Kisah inspiratif Muamar Leonardo, lulusan UGM yang memilih pulang kampung dan mengembangkan agroforestri (Facebook/@supardin_waly)

Meski sempat rugi karena salah kelola, ia belajar dari pengalaman, mencatat setiap kesalahan, dan memperbaiki perlahan.

Keuletannya akhirnya membuahkan kepercayaan dari masyarakat sekitar.

Baca Juga: Anak Pedagang Nasi Goreng Asal Pandeglang Diterima di Harvard: Kisah Inspiratif Muhamad Yani

Momen Penting: Legalitas Perhutanan Sosial

Tahun 2023 menjadi titik balik. Kelompok Tani Hutan (KTH) Tunas Muda yang dipimpin Leonardo mendapat izin kelola lahan lewat program Hutan Kemasyarakatan (HKm).

Legalitas ini bukan sekadar pengakuan, tapi membuka akses pendampingan, pelatihan, dan bantuan bibit dari Dinas Kehutanan dan instansi terkait.

Bantuan berupa bibit alpukat, durian, kakao, dan cabai membuat petani muda di sekitar ikut tergerak.

Bahkan adik kandungnya ikut kembali ke desa untuk mengelola lahan bersama.

Izin pengelolaan berlaku selama 35 tahun dan dapat diperpanjang, menjadi warisan produktif lintas generasi.

Baca Juga: Dari Olimpiade Matematika ke Wisuda dengan IPK Sempurna: Kisah Inspiratif Orlando Ferrari di UGM

Mengubah Pandangan: Bertani Sebagai Pilihan Bernilai

Selama ini, bertani sering dianggap pilihan terakhir. Namun Leonardo membalik narasi itu dengan memberi contoh nyata.

Ia mencatat hasil panen, menghitung pengeluaran dan pemasukan, serta rutin menerapkan prinsip Good Agricultural Practices.

Hasilnya? Kebunnya bisa menghasilkan lebih dari Rp100 juta per tahun, cukup untuk hidup layak, menabung, dan memberi harapan pada para petani muda.

Ia juga memanfaatkan teknologi seperti YouTube, webinar, dan grup WhatsApp untuk terus belajar dan berbagi pengetahuan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Sumber: @supardin_waly

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X