Ia berharap kisah hidupnya bisa menjadi inspirasi bagi para mahasiswa, terutama mereka yang berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.
“Saya percaya, asal kita punya tekad dan semangat belajar, tak ada mimpi yang terlalu tinggi untuk dicapai,” tutupnya.
Kisah Dewi Agustiningsih menjadi bukti nyata bahwa usia muda dan keterbatasan ekonomi bukanlah hambatan untuk berprestasi.
Dengan tekad, kerja keras, dan dukungan program seperti PMDSU dan Bidikmisi, anak muda Indonesia dapat meraih gelar doktor dalam waktu singkat sekaligus memberi dampak nyata melalui riset dan pengajaran.***
Artikel Terkait
Belajar Tanpa Batas: Kisah Inspiratif Guru Besar IPB yang Kembali Menjadi Mahasiswa S1
Kisah Inspiratif Mantri BRI: Upaya Tak Kenal Lelah BRI Berdayakan Kelompok Usaha Tanah Miring Merauke
Kisah Inspiratif Marlina Yunita: Dari Kampus UNDIP ke Karier Cemerlang di Perusahaan Multinasional Korea Selatan
Kisah Inspiratif: Lulus S2 UGM dengan IPK Sempurna dan Waktu Singkat
Kisah Inspiratif dr. Annisa Himmatul A.: Anak Buruh yang Raih IPK 3.96 di FK UNDIP
Kisah Inspiratif Dika Sukses Terapkan Tagar #KaburAjaDulu dapat Beasiswa ke Luar Negeri: Pergi untuk Kembali, Membangun Indonesia dari Desa
Kisah Inspiratif Pernah #KaburajaduluJanu Muhammad: Dari Beasiswa LPDP ke Inggris hingga Menjadi Pengusaha Sayur di Sleman
Dari Olimpiade Matematika ke Wisuda dengan IPK Sempurna: Kisah Inspiratif Orlando Ferrari di UGM
Anak Pedagang Nasi Goreng Asal Pandeglang Diterima di Harvard: Kisah Inspiratif Muhamad Yani
Kisah Inspiratif dr. Dara Ayu Panjaitan: Alumni MAN Asahan Menggapai Cita-cita Menjadi Dokter lewat Perjalanan Panjang