“Teknisnya akan kita atur kemudian karena peraturannya sebentar lagi akan kami keluarkan,” katanya.
Ia juga memastikan bahwa kebijakan ini akan segera diumumkan agar dapat diterapkan dengan baik.
“Secepatnya, supaya dapat dilaksanakan untuk penerimaan murid baru,” tegasnya.
Baca Juga: Berapa Uang Saku LPDP untuk Studi Dalam Negeri? Ketahui Besaran dan Tips untuk Mengelolanya
Kolaborasi dengan Sekolah Swasta
Dalam sistem baru ini, sekolah swasta akan terlibat langsung dalam proses penerimaan murid baru.
Hal ini bertujuan untuk memastikan anak-anak yang tidak diterima di sekolah negeri tetap memiliki opsi untuk melanjutkan pendidikan.
“Nanti PPDB itu dilakukan bersama-sama dengan swasta. Jadi, siswa yang tidak masuk di negeri akan diarahkan ke swasta. Dan supaya anak-anak mau, itu akan dibiayai oleh pemerintah daerah,” jelas Biyanto usai acara Kongres Pendidikan PBNU di Jakarta, Rabu 22 Januari 2025.
Baca Juga: Dewan Pers Luncurkan Pedoman Penggunaan Kecerdasan Buatan (AI) dalam Karya Jurnalistik
Biyanto juga menyampaikan bahwa sekolah negeri akan memberlakukan kuota maksimal jumlah murid yang diterima.
Jika kuota tersebut telah terpenuhi, maka sistem penerimaan akan otomatis ditutup dan tidak bisa menerima tambahan murid lagi.
Dengan adanya perubahan ini, pemerintah berharap mekanisme penerimaan murid baru menjadi lebih merata dan transparan, serta mampu menjawab berbagai tantangan dalam sistem pendidikan nasional.
Artikel Terkait
Kesempatan Berkarir di PT Ajinomoto Indonesia: Posisi Building Management, Key Account, dan Brand Marketing
Wow! Mayor Teddy Ungkap Kekayaan Rp15,38 Miliar, Intip Koleksi Mobil Mewahnya!
Lowongan Kerja Terbaru Januari 2025: LOKER Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan RI Tersedia 5 Posisi
Lowongan Kerja PT Sucofindo Hingga 30 Januari 2025: Loker Corporate Marketing Officer, Peluang Karir Menjanjikan
BRI Microfinance Outlook 2025 Digelar dengan Narasumber Terkemuka Dunia Salah Satunya Penerima Nobel Keuangan
Diskusi Seru MIND ID Mediapreneur Talks di Medan, CEO Promedia Ungkap Pentingnya Brand Media hingga CEO Props Spill Tren Masa Kini