Seperti halnya kerokan yang menyimbolkan perjuangan, proses menciptakan karya ini juga penuh tantangan. Angela bekerja keras bersama timnya, yang terdiri dari performer, teknisi, dan dokumentasi.
Latihan intensif mereka di Galeri Nasional Indonesia menjadi bagian penting dari keberhasilan ini.
Karya “Kerokan” berhasil mencuri perhatian dewan juri, yang terdiri dari nama-nama besar di dunia seni rupa, seperti Mikke Susanto dan Alia Swastika. Dari 1.075 proposal yang diajukan, karya Angela menjadi salah satu dari lima pemenang.
Sebagai apresiasi, Angela mendapatkan uang pembinaan senilai Rp100 juta.
Tapi, bagi Angela, penghargaan ini lebih dari sekadar hadiah.
“Kemenangan ini bukan hanya untuk saya, tapi juga untuk seniman muda lainnya. Saya ingin mereka tahu bahwa kita semua punya suara dan cerita yang layak didengar, terlepas dari mana kita berasal,” ungkapnya penuh semangat.
Menginspirasi Generasi Baru
Keberhasilan Angela adalah bukti bahwa seni bisa menjadi ruang yang inklusif, melintasi batas-batas sosial dan geografis.
Angela berharap karyanya dapat memotivasi seniman muda di seluruh Indonesia, terutama di luar Pulau Jawa, untuk terus berkarya tanpa rasa takut.
Ajang seperti Basoeki Abdullah Art Award menjadi bukti nyata bahwa seni mampu menjadi jembatan budaya yang menghubungkan tradisi lokal dengan gagasan global.
“Lewat seni, kita tidak hanya bercerita. Kita menciptakan dialog. Kita merangkul perbedaan, dan pada saat yang sama, menemukan jati diri kita sebagai bangsa,” ujar Angela.
Dukungan Penuh dari ITB
Artikel Terkait
Kisah Syaikha Wisudawan SV UNDIP, Disunting Empat Perusahaan Dalam sebulan
Mahasiswa UNDIP Berprestasi ini Sibuk Magang di Banyak Perusahaan Besar Juga memiliki 7 Hak Kekayaan Intelektual
Kerin Wisudawati Keren dari UNDIP yang Borong Prestasi di Bidang Esai: Inspirasi Mahasiswa Masa Kini
Syed Saquib: Kisah Inspiratif Kandidat Doktor Termuda ITB, Lulus di Umur 25 Tahun
Belajar Tanpa Batas: Kisah Inspiratif Guru Besar IPB yang Kembali Menjadi Mahasiswa S1
Inspirasi Metode Belajar Efektif dari Alexander, Mahasiswa Berprestasi FTMD ITB 2024
Mahasiswa UNDIP Raih Penghargaan Internasional Lewat Inovasi Pemurnian Air Pintar SUNNECT