Salah satu hal yang membuat Saquib terkesan selama kuliah di ITB adalah dukungan dari para dosen. "Selain berpengetahuan luas, para dosen sangat suportif.
Mereka tidak hanya ahli di dunia akademik, tetapi juga di industri, sehingga membuat pengalaman belajar menjadi relevan dan nyata," ujarnya.
Dosen-dosen di ITB tidak hanya membimbingnya dalam penelitian, tetapi juga membantu menghubungkannya dengan para profesional di dunia industri, sebuah langkah penting dalam perjalanan akademiknya.
Baca Juga: Kisah Syaikha Wisudawan SV UNDIP, Disunting Empat Perusahaan Dalam sebulan
Perjalanan Penuh Tantangan.
Sebagai mahasiswa internasional, salah satu kendala utamanya adalah adaptasi bahasa.
Namun, dengan tekad yang kuat, ia mengikuti kelas bahasa dan secara perlahan mulai terbiasa dengan lingkungan akademik di Indonesia.
Tantangan lainnya adalah manajemen waktu.
Penelitiannya yang melibatkan eksperimen skala besar dan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk riset internasional, membutuhkan pengaturan waktu yang sangat baik.
Meski demikian, Saquib berhasil mengatasi semua tantangan tersebut.
Salah satu momen paling berkesan baginya adalah ketika ia diberi kesempatan memimpin Salam Ganesha pada acara wisuda.
Berkat Dukungan Berbagai Pihak
Selain itu Saquib merasa sangat bersyukur atas dukungan yang diberikan oleh pembimbing, mentor, dan rekan-rekan di laboratorium.
Sejak awal kedatangannya ndi ITB meski terkendala semua pihak menyambutnya dengan ramah dan penuh dukungan.
Dia juga dibantu oleh mentor dan co-worker di laboratorium yang sangat suportif.
Artikel Terkait
Pertama Seluruh Mahasiwa ITB Tingkat Pertama Berkampus Di Jatinangor, ITB gelar Jatifest
Mahasiswa Internasional Ikut Lomba HUT RI Di Undip
Kisah Syaikha Wisudawan SV UNDIP, Disunting Empat Perusahaan Dalam sebulan
Mahasiswa UNDIP Berprestasi ini Sibuk Magang di Banyak Perusahaan Besar Juga memiliki 7 Hak Kekayaan Intelektual
Mantap ! Mahasiswa UGM Raih Juara di Kompetisi Gokart Listrik PLN ICE 2024